Example
Bale JabarPamong

Pertama di Indonesia, Kini Jabar Punya Forum Komunikasi Kabid PAUD Dikmas

Bunda PAUD Jabar Atalia Praratya Kamil saat pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Kabid PAUD Dikmas Kab/Kota se-Jabar, di PP PAUD & Dikmas Jabar, Jl. Jayagiri No.63 Lembang, Rabu (30/1/19). by Humaspro

LEMBANG – Dari sekitar 9 juta balita di seluruh Jawa Barat, baru 11% atau sekitar 900.000 diantaranya yang terlayani oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karenanya, dibutuhkan sebuah forum komunikasi untuk mengembangkan pemerataan lembaga-lembaga PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas).

Pertama di Indonesia, Jawa Barat melalui Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Kepala Bidang PAUD Dikmas Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Periode 2019-2021, di PP PAUD & Dikmas Jabar, Jl. Jayagiri No.63 Lembang, Rabu (30/1/19).

Bunda PAUD Jawa Barat Atalia Praratya Kamil yang hadir pada acara tersebut menuturkan, rendahnya angka partisipasi PAUD tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yakni terbatasnya jumlah lembaga pelayanan PAUD, terbatasnya jumlah tenaga pendidik PAUD yang berkualitas, kurangnya kesadaran dari keluarga dan stakeholder akan pentingnya PAUD, serta salahnya fokus materi pendidikan PAUD yang cenderung mengacu pada baca tulis hitung (calistung).

“Pengukuhan forum komunikasi ini penting, karena tadi saya baru membaca data bahwa di Jawa Barat sendiri hanya 11% dari jumlah balita yang terlayani PAUD, artinya bahwa baru 900.000-an dari yang seharusnya mungkin sekitar 9 juta balita,” ungkap Atalia dalam sambutannya.

Menurutnya di Jawa Barat ini tidak semua kelurahan dan desa memiliki lembaga PAUD. Kemudian ternyata tenaga pendidik PAUD yang berkualitas masih terbatas.

“Ada juga yang menjadi konsen saya bahwa pengajaran PAUD yang seharusnya 80% adalah membangun sikap, ternyata masih fokus pada calistung,” bebernya.

Atalia mengungkapkan, pihaknya berencana untuk berkeliling Jawa Barat guna meninjau langsung ke lembaga-lembaga PAUD. Tujuannya, adalah untuk mendata langsung permasalahan, kendala, kebutuhan, bahkan potensi dari seluruh lembaga PAUD.

“Insyaallah mulai bulan Februari ini saya bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat akan berkeliling ke seluruh Jawa Barat selama satu tahun ini, mungkin per tiap dua minggu. Kita akan langsung hadir ke lembaga-lembaga PAUD, sehingga kita bisa melihat apa yang perlu didorong, apa yang menjadi permasalahan, atau yang menjadi potensi dari lembaga PAUD yang ada di wilayah kabupaten dan kota,” ucap Atalia.

Terkait Dikmas, Atalia menawarkan PP PAUD Dikmas untuk bersinergi dalam mensukseskan program Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita). Menurutnya, program ini akan mendorong terbentuknya perempuan-perempuan berpengetahuan yang akan mampu mendidik dan mendorong anak-anaknya supaya mau belajar dan juga bermimpi bahwa mereka mampu menggapai cita-cita.

“Insyaallah kegiatan ini (pelatihan Sekoper Cinta) akan mulai dilaksanakan tahun ini ke seluruh 27 kota/kabupaten melalui program P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera), sehingga akan ada 100 perempuan yang dimulai untuk mendapatkan pengajaran terkait dengan sekoper cinta ini,” pungkasnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close