Bale Bandung

Polres Bandung Bangun Posko  Banjir di Depan Kahatex

×

Polres Bandung Bangun Posko  Banjir di Depan Kahatex

Sebarkan artikel ini
Polres Bandung dan Polda Jawa Barat membangun Posko Siaga Banjir di jalan nasional Bandung - Garut di depan PT Kahatex Jl Raya Rancaekek KM 23,7 Kabupaten Bandung, Rabu (22/11/17). by bb8
Polres Bandung dan Polda Jawa Barat membangun Posko Siaga Banjir di jalan nasional Bandung – Garut di depan PT Kahatex Jl Raya Rancaekek KM 23,7 Kabupaten Bandung, Rabu (22/11/17). by bb8

RANCAEKEK – Polres Bandung dan Polda Jawa Barat membangun Posko Siaga Banjir di jalan nasional Bandung – Garut yang menghubungkan Kab. Bandung dan Kab. Garut kerap dilanda banjir. Posko Siaga Banjir itu didirikan tepatnya di PT. Indo Ducting Primatama atau di depan PT Kahatex Jl Raya Rancaekek KM 23,7 Kabupaten Bandung, Rabu (22/11/17).

Pembangunan Posko Siaga dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bandung Kompol Widi Setiawan SIK MIK dengan personil Sat Sabhara Polres Bandung dan BKO Sat Brimob Polda Jabar.

“Posko ini didirikan untuk membantu masyarakat baik evakuasi maupun arulin kalau terjadi banjir di depan Kahatex. Di dalamnya beranggotakan Polres Bandung, Polsek, jajaran Sar Brimob Polda Jabar, Dinkes Kabupaten Bandung dan Urkes Polres Bandung,” sebut Kapolres Bandung AKBP M Nazly Harahap S.Ik, melalui Kabag Ops Polres Bandung Kompol Widi Setiawan, S.Ik, M.Ik.

Para personel yang dipilih khususnya yang punya keahlian di bidang SAR dengan ditunjang peralatan yang memadai seperti perahu, gergaji mesin dan alat lainnya.

Sementara di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, diduga akibat tanggul jebol di salah satu sungai di Kab Sumedang, mengakibatkan banjir di 12 desa di Rancaekek. Dampaknya ribuan rumah di 12 desa terendam banjir, dan hingga Rabu (22/11) sore genangan air masih tersisa di empat desa.

Camat Rancaekek Baban Banjar mengatakan, wilayah Rancaekek memang dilalui tiga sungai yang berhulu di Sumedang, yakni Sungai Cikeruh, Cikijing dan Cimande. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata camat, penyebab banjir yang terjadi sejak Selasa (21/11) kemarin, akibat jebolnya salah satu tanggul di wilayah Jatinangor Sumedang.

“Tadi malam genangan air di beberapa daerah sampai ada yang 1,5 meter. Banjir sampai merendam 12 desa, namun yang masih ada genangan hingga hari ini di lima desa, yakni di Desa Linggar, Bojongloa, Bojongpulus, Jelekong dan Desa Sukamanah. Kalau di desa lainnya sejak pagi tadi juga sudah surut lagi. Cuma memang sekarang kan hujan lagi, kami khawatir ada banjir susulan,” kata Baban, Rabu (22/11/17).

Saat ini warga di lima desa yang masih digenangi air dengan ketingian antara 50 hingga 70 sentimeter itu, masih berada di rumah masing-masing. Namun ada juga yang telah mengungsi ke rumah sanak saudara mereka yang tak jauh dari lokasi banjir. Sedangkan warga yang berada di desa lainya yang telah surut, mereka mulai melakukan bersih-bersih sisa genangan air dan lumpur.

“Memang banjir kali bisa dikatakan parah, sampai ke Kelurahan Kencana hingga ke Stasiun Kereta Api Rancaekek kena banjir juga. Kami harap tidak ada banjir susulan yang bisa saja lebih parah,”ujarnya.

Baban melanjutkan, sejak tadi malam pihaknya bersama para petugas dari instansi lainnya terus berpatroli dan memberikan pertolongan kepada warga yang tengah dirundung musibah itu. Berbagai bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian dan lainnya telah didistribusikan kepada para korban.

“Kami juga sudah melaporkan kepada Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bandung. Dari kedua instansi itu juga sudah turun ke sini sejak semalam, sampai saat ini masih memonitor kondisi lapangan,”kata camat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANJARAN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forkopimda dan elemen serikat pekerja serta serikat buruh mematangkan kesiapan keberangkatan ribuan buruh ke kegiatan May Day Fiesta di Jakarta. Pertemuan tersebut digelar di Warung Kopi Pabinihan, Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Rabu (29/4/2026). Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyebutkan sekitar 5.500 buruh dari Kabupaten Bandung akan […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Gunung Lalakon yang berdiri di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, hingga kini masih menyimpan misteri. Dengan ketinggian sekitar 870 meter di atas permukaan laut, dari kejauhan bentuknya terlihat berbeda dibandingkan gunung lain di kawasan Bandung Selatan. Tegak, simetris, dan menyerupai kerucut sempurna. Karena itulah, banyak warga menyebutnya sebagai “gunung […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya literasi digital dan etika dalam pemanfaatan teknologi. Hal itu diutarakannya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University (Tel-U) Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/4/2026), di Telkom University Convention Hall, Bandung. Dalam inspiring speech yang disampaikannya, Meutya menekankan lulusan Telkom University sebagai bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.om – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyoroti serius insiden robohnya plafon ruang kelas di SMKN 1 Soreang yang menyebabkan sejumlah siswa menjadi korban. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk bersikap terbuka dan transparan terkait pihak pelaksana proyek pembangunan tersebut, mengingat bangunan tersebut diketahui baru sekitar enam bulan digunakan. “Saya […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com – Kondisi Jembatan Junti Hilir di Jalan Raya Katapang–Andir Baleendah, tepatnya di Kampung Junti Hilir, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini mengkhawatirkan. Jalan di sisi jembatan mulai ambles dan pondasi terancam tergerus aliran Sungai Cikasungka, namun hingga kini belum terlihat penanganan nyata dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Air sungai yang terus mengikis badan jalan […]

Bale Bandung

BALEENDAH, balebandung.com – Jembatan Hijau Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah kembali menjadi sorotan warga. Belum genap beberapa bulan sejak diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 9 Januari 2026, akses masuk jembatan itu justru harus diperbaiki karena dinilai terlalu curam, sempit, dan menyulitkan pengendara sepeda motor. Padahal saat peresmian, jembatan sepanjang 60 meter tersebut […]