Bale JabarHankam

Polri Terancam, TNI Siap Bantu

Pangdam III Siliwangi Mayjen Herindra didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan saat Apel Bersama TNI - Polri, di Mapolda Jabar, Selasa (24/1).
Pangdam III Siliwangi Mayjen Herindra didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan saat Apel Bersama TNI – Polri, di Mapolda Jabar, Selasa (24/1).

BANDUNG – Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayjen Herindra menyatakan pihaknya bakal siap membantu jajaran kepolisian, terkait adanya petisi pencopotan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan.

“Kita harus bersinergi, saling membantu, prajurit TNI bila ada anggota kepolisian yang dicubit, kalian (prajurit) juga harus merasakan sakitnya,” ujar mantan Danjen Kopassus tersebut, dalam amanatnya saat Apel Bersama TNI – Polri, di Mapolda Jabar, Selasa (24/1/17). “Apabila ada yang menginginkan kapolda dicopot, saya berserta anggota TNI siap untuk membantu,” sambungnya.

Dikatakan Henrindra, saat ini kondisi di Jawa Barat masih kondusif. Meski begitu dirinya meminta seluruh jajaran yang ikut dalam apel, untuk tidak lengah dan tetap waspada. “Saat ini di Jabar timbul benih intoleransi beragama, maka itu, kita sepakat negara kita berdasarkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.

Saat disinggung apa bentuk bantuan terhadap jajaran kepolisian, pihaknya tidak menuturkan secara jelas, seperti apa bentuk bantuannya tersebut. “Bentuk bantuannya macam-macam, tergantung ancamannya,” ucapnya saat di wawancarai usai apel.

Herindra juga menyinggung soal pemberitaan di media sosial terkait masalah adu domba antara TNI Polri. Dirinya meminta, kepada seluruh prajuritnya untuk tidak termakan isu dan juga terprovokasi akan hal tersebut. “Banyak yang sekarang ini berita-berita di medsos. Negara ini hancur karena adu domba, jangan percaya medsos,” ungkapnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengaku dirinya lebih mengedepankan kesatuan demi terciptanya komitmen bersama, sebagai bentuk perwujudan kekuatan TNI-Polri.

“Menjaga soliditas bahwa ini sebagai satu komitmen bersama untuk menunjukan kepada bangsa dan negara, bahwa TNI hadir dan Polri juga hadir dalam negara dan bersiap-siap. Siapapun juga yang ingin mengganggu keutuhan bangsa dan negara, akan berhadapan TNI Polri. Apalagi yang mengganggu ideologi pancasila,” tandas Anton dalam sambutannya.

Saat disinggung intolerasi di wilayah hukum Jawa Barat, Kapolda mengimbau seluruh pihak untuk bisa menerima perbedaan. “Buktinya kemarin ada dan jangan sampai terjadi karena, kita Bhineka Tunggal Ika, harus berdampingan, jangan sampai ada intoleransi. Kalau mengedepankan mayoritas bagaimana yang minoritas? Kita sudah menerima perbedaan sebagai anugerah dan simbol yang perlu. Makanya dasar kita Pancasila, bukan agama,” jelasnya.

Apel bersama dihadiri jajaran penjabat utama Polda Jabar beserta personelnya dan penjabat utama Gartap 2 Bandung, yang terdiri dari Angkatan Darat, Laut dan Udara, beserta personel TNI berjumlah 700 orang.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close