Kamis, Desember 2, 2021
BerandaBale BandungPupus Harapan Indonesia di Piala Uber, Rionny Mainaki: Karena Pengaruh Jam Terbang

Pupus Harapan Indonesia di Piala Uber, Rionny Mainaki: Karena Pengaruh Jam Terbang

BANDUNG, Balebandung.com – Tim piala Uber Indonesia gagal menembus babak semifinal perebutan Piala Uber 2021. Indonesia harus mengakui ketangguhan Thailand pada laga babak delapan besar dengan skor akhir 2-3.

Kegagalan ini tentu akan menjadi catatan dan evaluasi bagi PBSI. Seperti disampaikan Rionny Mainaki selaku Kabid Binpres PP PBSI l.

“Ini catatan buat saya. Kenapa dia tidak bisa mengatasi tekanan. Padahal dia diharapkan bisa menyumbang poin. Gregoria itu harapan kita,” kata Rionny kepada tim Humas dan Media PP PBSI, dilansir PBDjarum.org.

Hasil maksimal telah dipersembahkan oleh tim Piala Uber Indonesia yang berjuang di Arhus, Denmark. Hasil ini memang sudah diduga sebelumnya mengingat hampir sebagian besar tim Indonesia diisi oleh pemain-pemain muda.

Sebetulnya tim Uber Indonesia sempat menyamakan angka 2-2. Indonesia menurunkan Ester Nurumi Tri Wardoyo pada partai hidup mati. Indonesia memang tidak punya pilihan lain selain memainkan Ester.

Sementara Nandini Putri Arumni yang diharapkan bisa mengisi tunggal ketiga tidak bisa melanjutkan perjuangan karena mendapatkan cedera saat menghadapi pemain Prancis Yaelle Hoyaux.

Ester yang masih berusia 16 tahun ini bertemu dengan pemain Thailand Phittayaporn Chaiwan. Pertandingan antara Ester melawan Phittayaporn bagaikan pertemuan antara David dan Goliath.

Bagaimana tidak, Ester hadir ke Denmark tanpa memiliki peringkat dunia sama sekali. Berbeda dengan lawannya yang sudah berada pada peringkat 31 dunia. Ditambah lagi ia pernah sekali kalah dari lawan yang sama pada kejuaraan khusus junior. Yang terjadi di karpet hijau, Ester menampilkan permainan yang luar biasa pada game pertama.

Ester bisa membuat lawannya jatuh bangun mempertahankan lapangannya. Permainannya pun berkualitas, tidak kalah dengan lawannya. Hanya saja Ester tidak mampu menyelesaikan game pertama dengan baik. Ester kalah tipis dengan 23-25.

Kematangan Phittayaporn sebagai pemain berpengalaman diperlihatkan di game kedua. Serangan-serangan sulit yang dilepaskan Ester bisa dimentahkan Phittayawan. Ester akhirnya kalah 8-21 pada game kedua.

Walau kalah 2-3 dari Thailand, Greysia Polii dan kawan-kawan telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa. Thailand yang merupakan salah satu tim unggulan dibuat kalang kabut oleh pemain putri Indonesia ini.

Hanya saja Rionny Mainaki selaku Kabid Binpres PP PBSI lebih menyoroti pemain tunggal yang diturunkan, Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Semula ia berharap banyak Gregoria bisa membuka angka.

“Sangat disayangkan Gregoria malah kalah. Padahal dia membuka permainan dengan meyakinkan. Dia awalnya bisa mengontrol dan menang,” ujar Rionny.

Catatan lainnya juga dibuat untuk Putri dan Ester. Ia menilai, anak didiknya juga tidak bisa keluar dari tekanan.

“Pressure Putri KW terlalu berat. Di gim kedua sebenarnya bisa mengatasi keadaan dan memimpin dalam pengumpulan poin. Namun karena kesalahan sendiri dan hilang sampai lima poin, memberi angin kepada lawan untuk bangkit. Meski dia bisa menyusul, finishing-nya di gim kedua tidak bagus. Dua kesalahan smash karena terburu-buru, menyangkut net,” tuturnya.

“Sayang Ester tak bisa keluar dari tekanan. Ini juga karena pengaruh jam terbang pengalaman. Di gim kedua, lawan benar-benar mengontrol permainan dan Ester jadi susah untuk bangkit,” kata Rionny.

Bagi Rionny, hasil yang diraih di Aarhus akan menjadi bahan evaluasi, terlebih bagi para pemain tunggal yang dibawa.

“Kita tidak bisa bilang lagi kalah tidak apa-apa. Harus segera diperbaiki benar-benar. Dicari kenapa kalah dan tidak bisa mengelola tekanan di lapangan. Karena ketiga pemain ini adalah harapan kita di tunggal putri Indonesia,” pungkasnya.***(dr)

 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

TERKINI