Bale Jabar

Reaktivasi Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari & Bandung-Ciwidey Ditarget Rampung 2022

Jembatan jalur kereta api Ciwidey.

BANDUNG, Balebandung.com – Reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat akhirnyanya bukan sekadar wacana. Dalam waktu tak lama lagi akan segera terealisasi reaktivasi empat jalur KA di Jabar, dua jalur diantaranya reaktivasi jalur KA Bandung Raya. Reaktivasi keempat jalur KA tersebut ditargetkan rampung seluruhnya di 2022

Total biayanya, reaktivasi keempat jalur yakni Rancaekek-Tanjungsari, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, serta Cibatu-Cikajang, meliputi jalur sepanjang 178,8 km dengan estimasi biaya Rp 7,273 triliun.

“Untuk Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 km targetnya 2020-2021, estimasi biaya Rp 1,11 triliun. Pra FS (studi kelayakan) selesai, mapping lahan 100 persen juga telah diadakan rapat koordinasi. Pendanaan dalam proses usulan PMN (Penyertaan Modal Negara),” jelas Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memimpin rapat terkait reaktivasi empat jalur kereta api di Ruang Rapat Ciremai Gedung Sate, Senin (22/7/19).

Sementara untuk reaktivasi rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km berlangsung pada 2020-2022 dengan jumlah investasi Rp 2,712 triliun. “Setelah Pra FS selesai di 2017, saat ini progres mapping lahan menjejak 50%,” ungkap sekda.

Iwa melanjutkan, untuk rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, proses reaktivasi berlangsung pada 2020-2022 dengan estimasi investasi Rp 2,39 triliun. “Saat ini, tahap Pra FS sudah selesai dengan mapping lahan 50 persen dan pendanaan dalam proses usulan PMN,” kata Iwa.

Untuk rute ini serta Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Bandung, pendanaan bisa melalui tawaran pinjaman dalam rupiah dari Brithish Konsorsium atau proses usulan PMN.

Adapun terkait reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang, Tahap I meliputi rute Cibatu-Garut sepanjang 19,3 km. “Mapping dan sosialisasi rute ini telah dilakukan pada Agustus 2018 dengan total investasi sebesar Rp 469,13 miliar,” urai Iwa.

Proses penertiban lahan 911 kepala keluarga (KK) pun telah rampung 100%, sementara tambahan delapan KK masih dalam proses. Pembangunan stasiun serta Masjid Cibatu dan Garut memasuki proses lelang untuk desain dan pembangunan.

Reaktivasi Cibatu-Garut yang pendanaannya masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) investasi pengembangan PT KAI tahun 2019 ini ditargetkan selesai di akhir tahun.

“Dan Tahap II-nya Garut-Cikajang sepanjang 28,2 km yang akan mulai dibangun sekitar 2020-2021. Total investasinya sekitar Rp 600-an miliar,” tutur Iwa.

Sementara itu, Kepala PT. KAI DAOP II, Saridal mengatakan tujuan reaktivasi jalur kereta api dilakukan karena Jawa Barat mempunyai rute yang strategis. Harapannya, tempat wisata yang dilewati menjadi potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata. Selain itu, reaktivasi kereta juga bisa diharapkan mengatasi kemacetan di kawasan Bandung Raya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close