Bale JabarOlahraga

Registrasi Wartawan Peliput PON 2016 Dibuka Hingga 22 Juli

Logo PON 2016BANDUNG – Panitia Besar PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 Jawa Barat membuka pendaftaran bagi wartawan peliput perhelatan olahraga nasional itu mulai 30 Juni hingga 22 Juli 2016.

“Pendaftaran akan dibuka selama 23 hari mulai 30 Juni hingga 22 Juli 2016, kami menyiapkan sebanyak 1.500 ID card bagi pewarta atau 15 persen dari total atlet kontingen PON XIX/2016,” kata Ketua Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media PB PON XIX dan Peparnas XV/2016 Jabar Dadang Suharto di Bandung, Kamis (30/6/16).

Menurutnya, pendaftaran wartawan itu dilakukan setelah sistem informasi telah tuntas. Pendaftaran bagi wartawan dilakukan melalui KONI provinsi masing-masing dengan mengisi form yang bisa diunduh di website PON XIX/Peparnas XV 2016 Jabar yakni www.pon-peparnas2016jabar.go.id.

Menurut dia, ID card yang disiapkan itu untuk pewarta tulis cetak, fotografer, radio maupun media televisi. Pihaknya telah menetapkan kuota bagi pewarta dari setiap provinsi yakni sebesar 15% dari total jumlah kontingen daerah masing-masing.

Dadang menyebutkan pengurusan ID Card PON dan Peparnas hanya akan dilakukan secara online yang dilayani oleh Bidang Pelayanan Media. Selain ID card dari media masing-masing juga harus melengkapi KTP karena menyangkut sistem pengamanan di arena PON XIX/2016.

“KTP harus dilampirkan, dan disertakan dalam setiap peliputan. Karena kartu identitas itu merupakan bagian dari sistem pengamanan di arena PON XIX dan Peparnas XV/ 2016 Jabar,” kata Dadang yang juga Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat itu.

Setelah proses pendaftaran, verifikasi akan dilakukan 23-31 Juli untuk kemudian dilakukan pencetakan. Rencananya penyerahan ID Card akan dilakukan pada 14 September 2016 di Media Center PON di Trans Luxury Hotel Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, yakni  tiga hari menjelang pembukaan PON XIX/2016 yang rencananya digelar pada 17 September 2016.

“ID Card PON dan Peparnas 2016 itu memiliki akses khusus untuk masuk ke Media Center, serta ke semua venue pertandingan,” kata Dadang.

Lebih lanjut Dadang menyebutkan, PB PON 2016 akan menyiapkan tiga jenis media center untuk memfasilitasi kerja wartawan yakni Media Center Utama yang akan dipusatkan di Trans Luxury Hotel Bandung, Media Center menengah di tingkat Sub PB PON XIX/2016, serta Media Center kecil di setiap venue atau tempat pertandingan.

“Setiap media center akan dilengkapi dengan fasilitas komputer untuk membantu kerja wartawan serta Wifi untuk internet dengan kecepatan tinggi,” kata dia.

Selain itu, Bidang PPM PON XIX/2016 Jabar juga sudah mempersiapkan alur informasi dan berita yang dilakukan satu jalur, sehingga bisa efektif dan seluruh informasi pertandingan, venue dan lainnya bisa berjalan maksimal.

“PB PON akan menempatkan personil untuk entry data pertandingan dan juga berita dari setiap venue, yang kemudian akan didistribusikan melalui website resmi PON yang bisa diakses oleh awak media,” terangnya.

Selain itu, Bidang PPM PB PON XIX/2016 Jabar juga akan menyiapkan shuttle bus untuk membantu mobilitas para pewarta peliput PON XIX/2016 Jabar yakni dari Media Center utama ke Kompleks Olahraga Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Padalarang, Kawasan Jatinangor dan Kompleks Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang menjadi kompleks pertandingan.

“Shutle bus itu akan disiapkan dengan jadwal pemberangkatan yang akan diatur kemudian. Selain itu kami juga sedang menjajaki untuk memanfaatkan jasa ojek,” kata Dadang.

Ojek PON merupakan salah satu alternatif untuk bisa membantu awak media untuk menempuh jalur padat ke sejumlah venur PON XIX/2016. Hal itu seperti dilakukan di PON XVII/2008 di Kalimanta Timur.[bar]

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close