Bale KBB

Ridwan Kamil Lepas Bansos di KBB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil melepas paket bansos, di Kantor Pos Ngamprah KBB, Minggu (19/4/20). by Humas Jabar

NGAMPRAH, Balebandung.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas paket bantuan sosial yang akan dibawa petugas pos dan ojek online bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak COVID-19, Minggu (19/4/20).

Paket bantuan sebanyak 18 ribu paket dari Pemprov Jawa Barat ini berupa Rp350 ribu dalam bentuk sembako dan Rp150 ribu berupa uang tunai yang akan dibagikan di tujuh kecamatan Bandung Barat.

Usai melepas keberangkatan para petugas PT Pos Indonesia dan ojek online di halaman Kantor Pos Ngamprah KBB, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Barat akan berjalan lancar karena jaring pengaman sosialnya sudah lebih dulu disalurkan.

“Untuk KBB yang akan melaksanakan PSBB tanggal 22 April nanti di tujuh kecamatan dari total 16 kecamatan. Dengan didahulukan bantuan sosial dari provinsi ini harusnya dinamika di lapangan tidak terlalu besar,” ujar Gubernur Jabar.

Ridwan Kamil melanjutkan, 18 ribu paket bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap. Ia menargetkan seluruh bantuan dapat diterima masyarakat maksimal tanggal 10 di tiap bulannya selama empat bulan mendatang.

“Akan dibagikan dalam beberapa hari ke depan karena tidak mungkin sehari dapat selesai tersalurkan semua. Saya targetkan 10 hari pertama di tiap bulan selesai. Jadi ada warga yang kebagian di tanggal satu, tanggal lima atau sepuluh,” jelas Ridwan.

Kang Emil pun mengajak warga yang mampu secara ekonomi membantu warga yang kesulitan di daerahnya, terlebih dalam beberapa hari mendatang akan memasuki bulan Ramadan. Di bulan suci itu Kang Emil juga berharap warga untuk lebih meningkatkan kesabaran dengan melakukan physical distancing tanpa mengurangi esensi ibadah.

“Saya titip juga di Bulan Suci nanti tingkatkan perilaku tolong menolong dan mari ibadah dengan cara yang lebih sabar yaitu menjaga jarak tanpa mengurangi esensi ibadah yang kita rindukan,” ucapnya.

PSBB Bandung Barat akan berbarengan dengan empat daerah lainnya di Bandung Raya. Menurut Kang Emil, PSBB akan sukses bila diiringi dengan pengetesan masif. Khusus untuk KBB mulai tanggal 22 April nanti akan melakukan tes masif untuk 8.000 warga.

“Jadi KBB harus melakukan tes masif sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk. Artinya minimal 8.000 warga KBB harus dites dalam 14 hari mendatang. Bila berhasil mengetes sebanyak itu ditambah warganya disiplin mengikuti aturan PSBB, maka peta persebarannya akan terukur sehingga kita bisa hidup normal lagi,” harap Kang Emil.

Bagi yang melanggar PSBB sesuai Peraturan Bupati Bandung Barat akan dikenakan sanksi tilang, denda, hingga kurungan badan.

“Yang melanggar PSBB itu sudah diatur oleh undang-undang yaitu bisa ditilang, denda, maupun kurungan badan. Untuk jelasnya Pak Bupati (KBB) yang tahu karena Bupati yang mengaturnya melalui perbup,” tutur Kang Emil.

Bupati Aa Umbara menyatakan Bandung Barat siap melaksanakan PSBB 22 April mendatang. Sejauh ini di KBB kasus positif COVID-19 ada 25 orang dengan dua pasien meninggal dunia dan sembuh tiga orang.

“Untuk PSBB tanggal 22 April nanti kami sudah siap di tujuh kecamatan yang kita terapkan,” tandas Umbara.

Terkait bantuan sosial provinsi yang sudah disalurkan, bupati berharap dapat membantu masyarakat terdampak. “Mudah-mudahan penyaluran ini lancar dan dinikmati oleh masyarakat yang terdampak COVID-19, semoga pandemi ini berlalu,” harap Umbara. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Back to top button
Close