Bale Jabar

Sambut Libur Lebaran Perhutani Bandung Utara Optimalkan Keamanan di Lokasi Wisata

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin

BANDUNG, Balebandung.com – Persiapan terus dilakukan Perhutani KPH Bandung Utara disejumlah objek wisata dalam rangka menyambut libur lebaran 2019. Di samping pembenahan fasilitas, faktor keamanan menjadi fokus Perhutani KPH Bandung Utara. Sejumlah skema pengamanan sudah disiapkan.

Dikatakan Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin tim pemantau keamanan sudah disiapkan di setiap objek wisata dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Untuk keamanan kita menempatkan Polisi Hutan di objek wisata. Kita juga libatkan kepolisian, Koramil dan masyarakat desa hutan, termasuk Karang Taruna,” jelas Komarudin di Bandung , Kamis (30/5/19).

Polisi Hutan yang diterjunkan, lanjut Komar, memiliki pengetahuan untuk melakukan tindakan keselamatan bagi pengunjung di lokasi wisata.

Saat ini di wilayah Perhutani KPH Bandung Utara terdapat 30 objek wisata. Diantaranya yang sudah populer, yaitu wisata Puncak Bintang Orchid Forest, Grafika, Curug Cimahi, Batu Kuda, Geger Bintang Matahari, Talaga Cikahuripan serta Curug Cibareubeuy. Di lokasi tersebut juga dipasang berbagai plang keselamatan.

Banjir pengunjung saat libur lebaran di sejumlah objek wisata kerap dimanfaatkan warga menggunakan lahan milik untuk area parkir dengan pengenaan biaya parkir berbeda. Untuk hal ini Perhutani KPH Bandung Utara melakukan kerjasama dengan aparat setempat.

” Kita kordinasi dengan aparat setempat untuk parkir dan pengamanan. Karena kita kesulitan apabila ada yang parkir di luar wilayah Perhutani, masyarakat membuka parkir sendiri dengan tarif berbeda,” tuturnya.

Tindakan keamanan pun dilakukan termasuk bila terjadi praktek pungutan liar di lokasi wisata. Namun menurut Komar hal yang paling penting untuk diperhatikan di objek wisata alam yaitu penanganan evakuasi bencana.

“Karena kita konsepnya alam sulit memprediksi sesuatu yang terjadi. Untuk hal ini kita beri kewenangan kepada petugas di lapangan untuk melakukan penutupan bila terjadi bencana,” bebernya.

Upaya pengamanan juga ditempuh melalui pengerahan Polisi Hutan Teritorial yang bertugas menjaga keamanan hutan dari kebakaran. Gugus tugas kehutanan yang satu ini juga memanfaatkan media sosial siaga bencana. “Jadi kalau ada bencana di hutan, penanganan dan kordinasinya bisa cepat,” pungkasnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close