Bale Jabar

Si Cepot Ajak Urang Garut Cegah Stunting

×

Si Cepot Ajak Urang Garut Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
BKKBN Jabar kampanyekan percepatan penurunan stunting via Wayang Golek di Kab Garut, Sabtu (28/10/23) malam. by bkkbn

GARUT, Balebandung.com – Kampanye Percepatan Penurunan Stunting kini dikemas makin kreatif. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menghadirkan pertunjukkan wayang golek di Lapangan Tegallega, Desa Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Sabtu (29/10/2023) malam.

Menggandeng dalang kondang asal Kabupaten Bandung, Opick Sunandar Sunarya, kampanye berlangsung dalam dialog segar dan ger-geran. Terutama saat anggota Komisi IX DPR RI Nurhayati Effendi berdialog langsung dengan si Cepot. Nurhayati pun dengan lugas menjawab setiap pertanyaan yang diajukan si Cepot, termasuk alasan bagaimana cara mencegah stunting, hingga hubungannya dengan pengendalian kelahiran.

“Kalau dulu kita mengenal pepatah orang tua bahwa banyak anak berarti banyak rejeki. Sekarang kita harus berpikir bagaimana agar setiap anak yang dilahirkan itu terjamin kehidupannya, baik kebutuhan makannya, pendidikannya, dan lain-lain. Punya anak terlalu banyak berisiko menghasilkan generasi stunting,” papar Nurhayati.

“Kumaha hubungan loba anak jeung stunting teh, Bu Dewan?” timpal si Cepot.

“Loba anak berhubungan langsung dengan pengasuhan, Kang Cepot. Gara-gara loba anak, budak jadi teu kaasuh. Pengasuhan jadi tidak optimal. Komo bari keur makan oge hese. Tidak optimalnya pengasuhan dan kurangnya asupan makanan bergizi bisa mengakibatkan tumbuh kembang anak terhambat. Ini berisiko menjadi stunting,” jelas Nurhayati.

“Tah, lamun kieu mah jadi ngarti masyarakat teh. Kade Bapak-Ibu urang kudu leuwih waspada. Boga budak teh butuh perencanaan matang. Ulah kumaha engke,” si Cepot memberikan penekanan pesan.

Sebelum wayang golek dimulai, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Fazar Supriadi Sentosa yang hadir langsung pada kesempatan tersebut menyapa warga Cihurip seraya menitipkan pesan akan pentingnya pencegahan stunting. Menurut Fazar, prevalensi rendah bukan berarti tidak perlu lagi pencegahan.

“Walaupun di Cihurip ini prevalensi stuntingnya sudah 13 persen, tapi pencegahan stunting harus terus disosialisasikan secara luas. Terutama pencegahan stunting dari hulu, yang sasaran utamanya adalah para remaja. Masyarakat juga harus tetap hati-hati, karena kalau di hulunya tidak dicegah, tetap saja stunting itu akan terus ada,” kata Fazar.

Senada dengan Fazar, lakon cerita wayang golek ini banyak mengupas cerita yang bermuatan pesan akan pentingnya perencanaan dalam berkeluarga. Program keluarga berencana berkorelasi dengan pencegahan stunting. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]