Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBale JabarSoal Dirut dan Komut Baru BIJB, Fraksi PKS DPRD Jabar : Kasih...

Soal Dirut dan Komut Baru BIJB, Fraksi PKS DPRD Jabar : Kasih Kesempatan Semoga Membawa Perubahan

BANDUNG, Balebandung – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) kini memiliki Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris Utama (Komut) baru.

Penunjukan dua pimpinan di BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang menaungi transportasi bandara, dilakukan melalui RUPS (rapat umum pemegang saham) luar biasa.

Hasil RUPS Luar Biasa memutuskan, posisi Dirut yang dijabat Salahudin Rafi, kini dijabat oleh Muhammad Singgih yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan. Dalam keputusan RUPS Luar Biasa, komposisi direksi dan komisaris pun berubah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar, Haru Suandharu menjelaskan bahwa Fraksinya tidak mempermasalahkan penunjukan Dirut dan Komut Baru.

“Saya baru dengar dari media. Tapi saya melihat ini wajar dan kewenangan BUMD itu ada di tangan pemegang saham, dan dalam hal ini Kepala Daerah atau Gubernur Jabar ada dalam struktur di BUMD,” ungkap Haru di Bandung, Rabu (29/9/21).

Fraksinya memberi kesempatan Dirut dan Komut Baru BIJB ini. “Saya memberi kesempatan kepada Dirut dan Komut Baru BIJB), dan ini harus menjadi sebuah perubahan bagi BIJB,” paparnya.

Terkait siapa yang ditunjuk sebagai Dirut dan Komut, Haru tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kalau diungkit Dirut sekarang dulunya bekas ini, Komut sekarang dulu nya bekas itu, panjang lagi ceritanya,” terang Haru.

Ia berpesan, agar manajemen baru segera berkomunikasi dengan DPRD Jabar, dalam hal ini Komisi III.

“Kalau saya menanggapi secara fraksi, kami beri kesempatan. Ini domainnya mitra komisi III, ya nantinya silahkan segera bertemu dan merumuskan langkah-langkah BIJB ke depannya,” terang Haru.

Diakuinya, hampir Rp 7 trilliun anggaran digelontorkan sejak awal pembangunan BIJB, lalu beroperasi hingga kini.

“Modalnya penyertaan ya, ada dari APBD, APBN, swasta juga, jadi ini perlu dirumuskan ke depan mau bagaimana dan mau menjadi apa BIJB ini,” jelasnya.

Terkait belum beroperasinya Bandara BIJB, Haru menilai bukan hanya dialami BIJB.

“Udah bagus sempat beroperasi, hanya saja pas masuk tahun 2020 ada pandemi, dan semua aktifitas bandara di dunia terjun bebas, sehingga ya yang dilihat masyarakat itu dianggap mubazir,” bebernya.

Pihaknya berharap dengan penunjukan manajemen baru, sudah dipikirkan matang-matang oleh Gubernur Ridwan Kamil kedepannya harus seperti apa, dan bagaimana,” pungkas Ketua DPW PKS Jabar ini.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI