Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale JabarSukseskan Pelaksanaan PON 2016, KONI Jabar Gelar Bimtek

Sukseskan Pelaksanaan PON 2016, KONI Jabar Gelar Bimtek

Logo PON 2016BANDUNG – Dalam rangka tertib administrasi sebagai penerima hibah yang cukup besar, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat memberikan bimbingan teknis (bimtek) penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan dana hibah kepada seluruh cabang olahraga.

Bimtek tersebut digelar di Hotel Ibis Budget, Jalan Asia Afrika No. 128, Kota Bandung, 20-21 Juni 2016. Peserta yang mengikuti agenda KONI tersebut merupakan orang yang memiliki otoritas pengelolaan keuangan dan bendahara dari 44 cabor induk ditambah 12 badan fungsional. Seperti diketahui, tahun 2016 ini KONI Jabar mendapatkan dana hibah sebesar Rp 341,6 miliar. Dimana Rp 313 miliarnya digunakan untuk pembinaan dan prestasi dan Rp8 miliar untuk organisasi.

Sekretaris Umum KONI Jabar, MQ Iswara mengatakan, dengan digelarnya bimtek tersebut diharapkan adanya kesamaan dari pertanggung jawaban, transparansi, dan akuntabilitas antara KONI dan cabor.

Pada kesempatan itu juga, pihaknya mengundang badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) Jabar untuk memberikan arahan dalam rangka menyamakan persepsi dalam membuat laporan pertanggung jawaban dengan format yang sama dan sesuai aturan.

“Jadi anggaran tersebut hanya transitoris di KONI karena Rp 321 miliar dari anggaran tersebut langsung disetorkan kepada cabor, badan fungsional dan KONI kabupaten kota dalam bentuk dana operasional rutin persemester seperti uang saku atlet, uang makan, suplemen, try out, try in, kejurda, kejurnas ataupun pembelian peralatan latihan. Dan itu harus dipertanggung jawabkan,” ungkap Iswara di sela-sela bimtek, Selasa (21/06/2016).

Iswara menilai, saat ini belum ada keseragaman dalam hal laporan pertanggung jawaban dari setiap cabor dengan KONI. Cabor awalnya tidak memiliki pendamping dalam pertanggung jawaban dan tidak ada pagu yang bisa diberikan.

Saat ini, lanjut Iswara, Pergub nomor 84 tahun 2014 menjadi pedoman KONI Jabar dalam mengelola anggaran yang jumlahnya tidak sedikit. Implementasi dari pergub itulah yang nantinya akan diberikan kepada setiap cabor melalui pendampingan dari BPKP Jabar.

“Selain itu juga kami berikan standar belanja biaya (SBB), kami berikan range maksimal minimal anggaran yang akan digunakan. Misalnya untuk besaran uang saku atlet berapa, uang makannya berapa, suplemennya berapa,” kata Iswara.

Sementara itu Kepala Bidang Pengawasan IPP BPKP Jabar, Tb.  Wawan Kuswandi menambahkan, dalam pengelolaan keuangan hibah atau bukan harus ada transparansi dan akuntabilias.

“KONI ini kan sudah memiliki standar operasiopnalnya sehingga segala aturan mainnya harus diikuti. Kalau tidak, mengikuti aturan yang berlaku umum supaya pengelolaan keuangan benar-benar transparan, akuntable, dan didukung bukti yang memadai,”tegasnya.

Menurut, Wawan, kerja sama antara BPKP dengan KONI Jabar lebih kepada pendampingan. Supaya pengelolaan keungannya on the track tidak menyimpang dari aturan.

“Jika ada indikasi penyimpangan kami laporkan kepada pimpinan supaya dengan segera diluruskan. Sejak dini kami identifikasi. Pengalaman dari sisi pengelolaan untuk administrasi keuangan belum memadai sehingga harus didampingi. Inti masalahnya pemegang kebijakan keuangan di cabor tidak semua latar belakangnya dari akuntansi. Karena itu perlu diberikan pemahaman mendalam. Harus dilatih pembukuan, tata kelola keuangan sampai pertanggung jawaban dengan bukti yang memadai karena di akhir akan dicek dari A samapi Z nya” pungkasnya.[bar]

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI