Kamis, Desember 1, 2022
BerandaBale BandungTidak Punya TPA Jadi Kendala Raih Adipura

Tidak Punya TPA Jadi Kendala Raih Adipura

TPA Sarimukti.ist
TPA Sarimukti.ist

SOREANG – Jelang penilaian Piala Adipura 2017 beberapa pekan mendatang, Pemkab Bandung menyiapkan lebih dari 60 titik pantau yang tersebar di empat kecamatan dan dinilai tim verifikasi Piala Adipura. Keempat kecamatan itu yakni Soreang, Katapang, Margahayu, dan Kecamatan Kutawaringin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandug, Asep Kusumah mengungkapkan penilaian dan pemantauan tahap 1 (P1) pada November 2016 sudah dilakukan kurang lebih di 60 titik pantau yang dianggap mewakili dari sisi kebersihan, sampah terolah, pengoperasian tempat pemprosesan akhir, dan RTH (ruang terbuka hijau).

Pada 2017 ini, kata Asep, tidak ada penilaian atau pemantauan tahap 2 (P2) tapi langsung ke verifikasi. Pendekatan verifikasi adalah bagi kabupaten atau kota yang sudah disiapkan menjadi kandidat berdasarkan hasil P1.

“Kalau kita lihat nilai, upaya masyarakat penanggung jawab titik pantau dan pemda sudah cukup baik, karena kita sudah punya nilai yang cukup besar hingga 66,30 poin,” ungkap Asep kepada wartawan, Jumat (25/3/17).

Menurutnya syarat meraih Adipura minimal mencapai 75 poin. “Nah, kita tanpa TPA nilainya sudah 75,52. Harusnya kita sudah dapat meraih Adipura,” imbuhnya.

Sayangnya sejak Juli 2016, Kabupaten Bandung bergabung menggunakan TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat, menyusul tidak diperpanjangnya TPA Babakan di Kecamatan Ciparay. Sementara TPA Sarimukti dinilai Kementerian Lingkungan Hidup sudah over kapasitas.

Bukan Kabupaten Bandung saja, semua pemda di Bandung Raya termasuk Kota Bandung dan Kota Cimahi, tanpa punya TPA memang drastis penurunannya hingga 66,30 poin karena salah satu komponen penilaian Adipura adalah tersedianya TPA. “Kalau tahun lalu kita dapat nilai 72 saat masih punya TPA Babakan,” kata Asep.

Ia menngungkapkan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan dengan Badan Pengelolaan Sampah Regional (BPSR), Pemprov Jabar dan kabupaten kota di Bandung Raya, untuk memperbaiki kondisi di TPA Sarimukti agar bisa memenuhi standar Kementrian Lingkungan Hidup.

“Semoga di penilaian verifikasi kita ada peningkatan nilai yang bisa membantu kita mendapatkan motivasi baru, karena Adipura bukan sekedar sertifikat, tapi juga motivasi kita bahwa upaya ini sudah baik” ucap Asep.

Sebelumnya saat rapat koordinasi dan evaluasi Adipura, di Balesawala Soreang, Bupati Bandung Dadang Naser menyebutkan ada 60 orang kader lingkungan yang nantinya akan disebar di 4 kecamatan. Bupati berharap dengan dilakukannya program ini, peningkatan kinerja pengelolaan dan mekanisme mengenai lingkungan bisa berdampak bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung.

Penghargaan Adipura meliputi Adipura Buana untuk kabupaten/kota yang memiliki kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Penggabungan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk wilayah layak huni, tercermin dari masyarakat yang peduli lingkungan.

Selanjutnya, kategori Adipura Kirana untuk kinerja pengelolaan yang menggabungkan lingkungan sosial, ekonomi, transparansi, akuntabilitas, mandiri, dan tanggungjawab. Sedangkan Adipura Paripurna diberikan pada kabupaten/kota yang memenuhi syarat sebagai wilayah berkelanjutan dan merupakan penghargaan tertinggi.

Yang ketiga yakni Bhakti Adipura diberikan pada tokoh perseorangan yang berkontribusi tinggi dalam pengembangan dan penerapan Adipura secara nasional. Sedangkan Sertifikat Adipura diberikan pada yang memiliki peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan yang signifikan. [iwa]

BERITA LAINYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI