Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale JabarToko Tani Jadi Solusi Sembako Murah Rakyat

Toko Tani Jadi Solusi Sembako Murah Rakyat

Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui TTI di Car Free Day Dago, Minggu (15/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung.
Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat Launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui TTI di Car Free Day Dago, Minggu (15/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung.

BANDUNGWETAN – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Toko Tani Indonesia atau PUPM TTI hadir sebagai solusi untuk kebutuhan pangan atau sembako murah bagi masyarakat.

TTI kelak bakal jadi rujukan atau patokan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), seperti beras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan lainnya. Masyarakat dapat secara langsung membeli berbagai kebutuhan pangannya di toko ini dengan harga yang lebih murah atau terjangkau, karena barangnya langsung dikirim dari produsen.

Mentan Amran menerangkan dibuatnya TTI ini juga sebagai upaya pihaknya dalam memutus mata rantai distribusi atau penyaluran pangan. Untuk itu, nantinya harga yang berlaku di pasaran akan lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat.

“Kita berusaha mengubah struktur pasar yang selama ini terbentuk. Dimana sebelumnya panjang, ada sembilan titik, hari ini cuma tiga titik. Hasilnya seperti yang kita saksikan, selama ini harga bawang yang di kota itu sampai Rp 40.000, tapi kita bisa jual Rp 22.000 dan ini kita akan lanjutkan tidak hanya hari ini saja,” kata Amran usai peluncuran TTI di area Car Free Day Dago di Cikapayang, Bandung, Minggu (15/5/16).

“Kita bangun Toko Tani Indonesia sebanyak 1.000 gerai di seluruh Indonesia dan semua toko ini menjual pangan berkualitas khususnya beras, bawang, cabai, dan seterusnya termasuk nanti daging juga dengan harga yang terjangkau,” imbuh menteri.

Amran pun berharap dengan adanya TTI ini semua pihak akan bisa diuntungkan, baik petani, pengusaha, dan masyarakat sebagai konsumen, sehingga nantinya diharapkan tidak akan ada lagi Operasi Pasar karena TTI juga akan berfungsi sebagai pihak yang akan menstabilkan harga.

“Ini bukan hanya menjelang Ramahan saja, tapi seterusnya, selesai Ramadhan akan kita lakukan. Karena kita harap nanti ke depan, dua tahun, tiga tahun atau sepuluh tahun ke depan nggak ada lagi cerita Operasi Pasar, karena ada Toko Tani yang menstabilkan harga. Kemudian petaninya juga akan merasa diuntungkan karena ada harga yang menguntungkan,” tutur Amran.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI