Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBale JabarWagub Uu Minta Ada Pelatihan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Desa

Wagub Uu Minta Ada Pelatihan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab Bandung H Tata Irawan tengah memberikan pandangan dalam acara Tepas bersama Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum bertajuk “Pilkades dan Fenomena Gerbang Desa” di Gedung Pakuan, Kamis (28/2/19). by DPMD Kab Bandung

BANDUNG – Pasca pemerintah pusat memberikan anggaran dana desa Rp1 miliar per desa per tahun, setiap desa – terutama desa-desa di Jawa Barat memiliki anggaran sekitar Rp 2 miliar setiap tahunnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dengan anggaran yang besar tersebut perlu dikelola secara baik dan benar. Terutama terkait administrasi atau laporan penyajian keuangannya.

“Uang ke desa hari ini banyak, beberapa sumber yang masuk. Kalau tidak didukung oleh kehandalan dalam bidang administrasi, saya khawatir anugerah jadi musibah. Anugerah adanya uang datang, tapi tidak mampu membuat laporan yang baik, bisa jadi musibah,” kata Uu usai acara Tepas (Temu Pimpinan Aspirasi Masyarakat) Edisi Ketiga di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (28/2/19). “Maka solusinya harus ada pelatihan bagi mereka yang belum paham,” sambungnya.

Lebih lanjut, Uu juga khawatir bila salah dalam penyajian laporan keuangan bisa berujung pada tindak pidana korupsi. Untuk itu, Uu meminta peran pemerintah daerah kabupaten serta lembaga keuangan dalam memberikan pelatihan tersebut.

“Bahayanya, bisa diperiksa dan bisa dianggap korupsi (apabila salah dalam penyajian laporan keuangan). Padahal belum tentu dia korupsi, tetapi salah penyajian laporan bisa saja disebut korupsi,” tutur Uu.

“Jadi, harapan kami para kepala daerah khususnya bupati, harus juga mengadakan kegiatan (pelatihan) seperti itu. Dan harapan kami bukan hanya pihak pemerintah daerah, lembaga keuangan pun — perbankan khususnya dalam CSR, kalau bisa ada difokuskan untuk kegiatan pelatihan bagi kepala desa khususnya dalam bidang manajemen keuangan dan akuntansi pemerintahan desa,” paparnya.

Hal tersebut juga dipertegas oleh Inspektur Pembantu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Inspektorat Jawa Barat, Mohamad Yudi Ahadiat. Menurutnya, pihak pemerintah desa biasanya ingin segera melakukan kegiatan mulai Januari. Padahal anggaran ke desa turun pada bulan Maret atau April.

“Tapi hampir keseluruhan desa itu anggaran tahun 2017 itu — taruhlah — terlambat turunnya, kan kalau anggaran itu 1 Januari itu sudah bisa running (kegiatan), mereka (anggaran ke kepala desa) itu turun anggaran bulan Maret atau April. Kepala desa pengen cepet-cepet, maka pinjamlah uang (ke bank) yang seharusnya jangan pinjam,” ungkap Yudi.

Untuk itu, Yudi meminta agar para kepala desa bisa disiplin secara anggaran. Karena seharusnya program yang baik dilaksanakan setelah turunnya anggaran. “Tunggu saja dulu, nanti pertanggungjawabannya kan bulan Januari padahal uang turunnya Maret. Nah, itu yang jadi masalah. Makanya perlu ada pelatihan-pelatihan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung, Tata Irawan, yang turut hadir dalam acara Tepas mengatakan, dana pemerintah yang masuk ke desa saat ini sangat besar. Di Kabupaten Bandung saja dana desa yang diterima mencapai Rp 640 miliar.

“Jadi, kami berharap ada pelatihan-pelatihan yang diberikan untuk perangkat desa terhadap pengelolaan keuangan,” pinta Tata.

Menurut Tata, apabila tanpa kemampuan pengelolaan yang baik, maka penggunaan dana desa tersebut akan kurang baik. Dia pun berharap pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat bisa memfasilitasi kegiatan pelatihan tersebut.

“Kami khawatir tanpa kemampuan yang baik pengelolaan keuangan ini menjadi kurang baik, sehingga dengan adanya pelatihan para perangkat desa bisa mengelola uangnya dengan baik,” ungkap Tata. “Kami berharap ini dianggarkan oleh DPM provinsi (Jawa Barat), jadi kami ingin menginisiasi ini,” tandasnya. ***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI