Bale JabarHumaniora

Waiting List Jamaah Haji Jabar, 2 Hal Ini Harus Disadari

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berfoto bareng dengan kepala dan pegawai Kantor Kemenag Jabar, usai upacara HAB ke-72 Kemenag di Kanwil Kemenag Jabar, Jl. Jenderal Sudirman Kota Bandung, Rabu (3/1/18). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berfoto bareng dengan kepala dan pegawai Kantor Kemenag Jabar, usai upacara HAB ke-72 Kemenag di Kanwil Kemenag Jabar, Jl. Jenderal Sudirman Kota Bandung, Rabu (3/1/18). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Jamaah haji asal Jawa Barat yang menunggu atau waiting list untuk diberangkatkan terus meningkat setiap tahunnya. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan kuota pemberangkatan jamaah haji dibatasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tapi juga dialami oleh negara-negara lain, karena didasarkan pada kemampuan dan kapasitas jamaah yang terbatas di Tanah Suci.

Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota sebanyak 210 ribu jemaah untuk Indonesia setiap tahunnya. Batas kuota ini dibagi-bagi ke seluruh daerah dan Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi yang mendapatkan kuota 38 ribu lebih jamaah setiap tahun. Hal ini karena Jabar berpopulasi muslim terbesar dibanding provinsi lain di Indonesia.

“Jadi memang jatah kita hanya itu. Pendaftar itu sangat banyak, antri menunggu jatah. Tapi tiap tahun yang diberangkatkan hanya 38 ribu. Nggak bisa apa-apa kita,” ujar Aher kepada wartawan, usai upacara HAB ke-72 Kemenag di Kanwil Kemenag Jabar, Jl. Jenderal Sudirman Kota Bandung, Rabu (3/1/18).

Aher pun mengajak masyarakat untuk menyadari dan mengambil hikmah banyaknya waiting list atau daftar tunggu jamaah haji di Jawa Barat. Menurut Aher, ada hal lain yang perlu dianalisis. Hal pertama, kesadaran beragama masyarakat kita semakin tinggi. Kedua, meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kesadaran beragama di kita sangat tinggi. Dulu kan jarang yang mau ibadah haji. Tapi sekarang luar biasa jumlahnya sampai waiting list hingga 12 tahun, 13 tahun. Ini menunjukkan bahwa kesadaran bergama sangat luar biasa. Betul-betul agama masuk merasuk ke ruang kepribadian kita, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucap Aher.

“Yang kedua, ini menunjukkan bahwa bangsa kita, termasuk masyarakat Jabar meningkat kesejahteraannya. Sebab kalau tidak sejahtera tidak bisa berangkat haji. Itu yang paling penting,” pungkasnya. []

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close