Demi Jabar Selatan, Kang Hasan Bertekad Kembangkan Energi Terbarukan

Jumat, 27 April 2018 | 22:39:38 | Penulis : bb1 | 157 Kali dilihat

Cagub Jabar No.2 TB. Hasanuddin (Kang Hasan) saat melakukan Wisata Gurilap (Wisata Gunung Rimba, Laut dan Pantai) Jabar Selatan, Jum’at (27/4/18). by HMC

BANDUNG – Ketertinggalan pembangunan di wilayah Jawa Barat Selatan sudah menjadi diskursus sejak lama. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Peraturan Daerah No.28 Tahun 2010 tentang Pengembangan Jabar Selatan.

Dalam rencana strategis 2010-2029 Jabar bagian selatan itu disebutkan pengembangan Jabar Selatan sesuai dengan karakteristik dan lingkungan diarahkan untuk pembangunan agroindustri, agrowisata, pariwisata terpadu dan kelautan.

Namun demikian Calon Gubernur Jawa Barat No.2 TB. Hasanuddin (Kang Hasan) mengungkapkan, lebih dari itu Jabar Selatan dengan topografi pegunungan dan karakteristik sumberdaya geologinya bisa jadi tempat pengembangan energi terbarukan.

“Bukan hanya wisatanya yang luar biasa. Di Jabar Selatan juga memiliki potensi untuk pengembangan energi hidro dan energi geothermal atau panas bumi misalnya. Ini kan kalau pemerintah intervensi bisa dikembangkan untuk kemajuan masyarakat,” jelas Kang Hasan usai melakukan Wisata Gurilap (Wisata Gunung Rimba, Laut dan Pantai) Jabar Selatan, Jum’at (27/4/18).

Kang Hasan menambahkan untuk mengembangkan energi kebaruan ini pihaknya bisa menggandeng para ilmuan. “Saya baca riset dari ahli geologi pengembangan energi listrik ini sangat bisa,” jelasnya.

Kang Hasan lalu bercerita pengalamannya saat berkunjung ke Jabar Selatan. Purnawirawan Jenderal TNI yang juga pernah menjadi pengawal Gus Dur itu mendapati listrik yang masih byarpet.

“Saya sering merasakan. Contohnya kemarin malam saat saya berdiskusi dengan relawan, beberapa kali lampu mati hidup,” jelas Kang Hasan.

Kang Hasan bertekad jika ia diamanahi memimpin Jawa Barat, pihaknya akan mewujudkan energi alternatif untuk kemajuan Jawa Barat Selatan. Ia mencontohkan Di Cianjur Selatan yang bisa dijadikan mini hidro.

Sementara di Pesisir Selatan bisa dibangun energi terbarukan berupa tenaga surya dan tenaga angin. Bahkan bisa digunakan tidak hanya untuk penerangan rumah tapi juga untuk pengembangan industri kecil dan kawasan pariwisata.

Kang Hasan menambahkan untuk memberdayakan masyarakat bisa dikembangkan pendekatan melalui konsep Desa Mandiri Energi. Dimana setiap desa menjadikan BUMDes nya sebagai pelaku usaha sektor energi. Misalnya dengan mengusahakan energi biomass dan biogas sebagai produknya.

“Dengan pengembangan ini, kita harapkan bisa meminimalisir kesenjangan antara selatan dan utara,” jelas Kang Hasan. ***

Berita Terkait