Bale Jabar

Aher: Dampak Krisis Air & Pangan Lebih Hebat dari Krisis Energi

×

Aher: Dampak Krisis Air & Pangan Lebih Hebat dari Krisis Energi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima cinderamata pada Seminar Nasional "Meraih Peluang Pasar dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi 2017" yang digelar IKA Unpad di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Bandung, Kamis (23/3). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima cinderamata pada Seminar Nasional “Meraih Peluang Pasar dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi 2017” yang digelar IKA Unpad di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Bandung, Kamis (23/3). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Ada tiga tujuan pembangunan ekomi dari sektor mikro, yaitu berhasil mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan menghadirkan pelestarian lingkungan. Namun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekankan hal ketiga dalam konteks pembangunan ekonomi adalah yang mesti dilakukan saat ini.

Sebagai sumber kehidupan, alam menjadi penentu keberlangsungan hidup umat manusia. Apabila alam tidak bisa dijaga dengan baik, maka kebutuhan manusia akan air dan pangan pun akan terganggu.

“Pemikiran yang menyatakan bahwa tindakan ekonomi itu ditoleransi kalau ada kerusakan lingkungan, yang penting ada dampak positif bagi kesejahteraan dan pendapatan masyarakat, salah pemikiran seperti itu. Tindakan ekonomi yang baik adalah yang tidak merusak lingkungan sama sekali,” kata Aher.

Pada Seminar Nasional “Meraih Peluang Pasar dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi 2017” yang digelar Ikatan Alumni Universitas Padjajaran di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Bandung, Kamis (23/3/17) itu, Aher menandaskan ekonomi yang baik adalah ekomi yang tidak merusak lingkungan sama sekali alias indeks lingkungannya satu. “Berarti ada tindakan ekonomi, tindakan pembangunan tanpa merusak sedikitpun lingkungan,” tegasnya.

Lingkungan akan menjadi sangat penting, sebab seluruh pasokan kehidupan berasal dari alam. Kebutuhan manusia akan sandang, pangan, dan papan berasal dari bumi ini. Alam tidak akan bisa memasok semua kebutuhan manusia manakala terjadi kerusakan di dalamnya.

“Bayangkan kalau alam – yang selama ini menyuplai semua kebutuhan barang-barang kita semua, kemudian berhenti suplainya gara-gara kerusakan alam., apa jadinya? Manusia semakin banyak, kebutuhan pangan semakin tinggi. Pada saat yang sama justru penghasilan pangan semakin rendah gara-gara lingkungannya rusak. Apa jadinya? Kelaparan dan malapetaka kehidupan yang terjadi,” papar Aher.

Kerusakan alam akan menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih dan pangan yang sehat. Menurut Aher, dampak dari krisis air dan pangan akan jauh lebih hebat daripada krisis energi. Kelaparan hingga kematian akan menyebabkan punahnya manusia dari bumi ini.

Baca Juga  Dede Yusuf; Jamsostek ASN Harusnya Dikelola BPJS Ketenagakerjaan

“Oleh karena itulah, dalam konteks perekonomian – ternyata kekhawatiran yang sangat tinggi adalah krisis air dan krisis pangan, sebelum krisis energi. Meskipun krisis energi sering muncul ke permukaan, tapi krisis energi tidak sehebat dampaknya ketika ada krisis pangan dan krisis air. Karena air dan pangan langsung masuk ke perut kita, ke kehidupan kita. Dan kalau ini terganggu, maka kehidupan secara langsung akan terganggu,” paparnya.

Apabila dibandingkan dengan negara lain, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tinggi bersama China dan India. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,79% dengan inflasi 3,02% (angka sementara BPS). Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2016 mencapai 5,67%. Angka ini tertinggi dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yaitu dari sektor informasi dan komunikasi mencapai 14,27%.

Namun, kontribusi besar pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dari sektor ini harus bisa diantisipasi. Hal ini agar tidak berpengaruh terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja, di mana sektor informasi dan komunikasi bisa mengakibatkan alih sumber daya dari tenaga kerja manusia menjadi sumber daya berbasis teknologi.

“Ingat di masa lalu satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400 hingga 500 ribu tenaga kerja. Pada saat ini, satu persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya mampu menyerap tenaga kerja sekitar 90.000 orang,” tutur Aher.

Penyebabnya, terang dia, boleh jadi hari ini dengan perkembangan teknologi. Sejumlah pekerjaan sudah diserahkan ke teknologi. Tidak lagi oleh manusia. Dampaknya investasi menjadi lebih efisien, produksi menjadi lebih optimal, tetapi serapan tenaga kerja menjadi berkurang,

Untuk itu, melalui Seminar Nasional ini diharapkan para akademisi bisa memikirkan tindakan perekonomian atau usulan dan rancangan ekonomi masa depan yang bisa berdampak luas untuk menyelesaikan masalah sosial masyarakat saat ini.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BALEPAKUAN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna dilantik menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) masa khidmat 2025-2030 di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026). Turut menyaksikan pelantikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Wagub Jabar Erwan Setiawan, Sekda Jabar Herman Suryatman dan jajaran Forkompimda Jabar […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari 1974) bukan sekadar catatan kerusuhan yang tak bisa lepas dari sosok Hariman Siregar. Di balik itu ada pesan moral kuat yang masih relevan untuk saat ini. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menanggapi peringatan Malari yang digelar hari ini di Universitas […]

Bale Jabar

PANGANDARAN, balebandung.com – Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi dari nelayan Cilacap KM Murah Rezeki di Perairan Pangandaran atas ditemukannya jasad seorang atlet terjun payung, sekitar pukul 07.45 WIB, Jumat 2 Januari 2026. Jasad dengan tanda-tanda korban yang dicari atas nama almarhumah Purn Korpasgat Widiasih (58) ditemukan mengapung di Perairan Bagolo dengan jarak 9 Nautical Mile […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sepanjang tahun 2025, Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan 503 permohonan sengketa informasi publik dari total 775 register sengketa yang ditangani. Ini bukan sekadar deret angka administratif. Ini adalah kesaksian tentang amanah kekuasaan dan keberanian negara untuk hadir ketika hak warga diuji. Angka ini bukan hanya indikator kinerja kelembagaan, melainkan potret […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ajakan rutin untuk sholat tahajud lewat whatsApp Grup keluarga besar alumni Pondok Pesantren Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi berbuah apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan. Apresiasi itu disampaikan Erwan secara spontan melalui Ketua Umum IKAL Pondok Pesantren tersebut, Toto Izul Fatah, di Bandung, Selasa (30/12/2025). Kegiatan dilakukan dalam rangkaian program […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Surat yang berisi intruksi DPD Gerindra Jawa Barat kepada seluruh DPC dan para kadernya untuk  tidak merayakan tahun baru dengan pesta pora dan menggantinya dengan Doa Bersama, sangat layak jadi inspirasi kebijakan nasional. Terutama, dalam suasana duka musibah banjir di wilayah Sumatra yang menelan banyak korban jiwa. “Instruksi Ketua Gerindra Jabar soal […]