Bale Kota Bandung

Zulkifli Hasan; Tak Berlebihan M Natsir Disebut Bapak NKRI

×

Zulkifli Hasan; Tak Berlebihan M Natsir Disebut Bapak NKRI

Sebarkan artikel ini
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyerahkan buku “M. Natsir Tauladan Kenegaraan Sang Begawan Bangsa,” kepada putra M Natsir, di Gedung Merdeka Bandung, Sabtu (5/8/17).by Humas MPR
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyerahkan buku “M. Natsir Tauladan Kenegaraan Sang Begawan Bangsa,” kepada putra M Natsir, di Gedung Merdeka Bandung, Sabtu (5/8/17).by Humas MPR
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyerahkan buku “M. Natsir Tauladan Kenegaraan Sang Begawan Bangsa,” kepada putra M Natsir, di Gedung Merdeka Bandung, Sabtu (5/8/17).by Humas MPR

BANDUNG – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan M. Natsir adalah salah seorang tokoh Islam yang sangat berjasa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketika itu, tutur Zulkifli, sosok pahlawan kelahiran Solok, Sumatera Barat itu tampil menjadi tokoh pemersatu bangsa, menyelamatkan NKRI dari kehancuran dan perpecahan, melalui mosi integral yang disampaikannya dalam pidato di depan sidang MPRS.

“Maka tidak berlebihan jika menyematkan Bapak NKRI kepada sosok politisi Islam, ulama, aktivis ormas Islam dan negawaran ini,” ucap Zulkifli. Hal itu ia ungkapkan saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar nasional bertajuk Mosi Integral M Natsir Upaya Pemersatu Bangsa, di Gedung Merdeka Bandung, Sabtu (5/8/17).

Dalam seminar ini juga hadir pembicara Prof. Dr. Dadan Wildan (Persis), Drs. Mohammad Siddik, Usep Fathuddien, Prof. Dr. Sanusi Uwes dan putra M. Natsir, Achmad Fauzie Natsir.

Bang Zul, sapaan Ketua MPR RI itu menjelaskan, setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, Belanda tak senang dan enggan mengakuinya. Itu ditandai dengan dua kali Agresi Militer (1947-1948).

Gagal dengan cara militer, Belanda menempuh diplomasi melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, di Den Haag. Hasilnya mengubah pemerintahan menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), NKRI terpecah jadi 16 negara bagian.

Persoalan pun muncul, terjadi konflik horisontal di tengah masyarakat karena daerah-daerah tidak siap dengan konsep RIS. Parlemen Indonesia juga tidak langsung menyetujui hasil KMB tersebut. Di antara yang menolak adalah M Natsir.

Di sinilah dia mulai menjajaki diskusi dengan banyak tokoh, datang ke negara-negara bagian. “Di situlah M Natsir menangkap kegelisahan yang massif,” ucap Zul.

Kegelisahan itulah yang dirangkum Natsir dalam mosi integral, kembali ke NKRI. Konsep itu kemudian disampaikannya dalam sidang MPRS. Tanpa hambatan, seluruh pihak menerimanya.

Baca Juga  Gelar Vaksinasi Massal, Ahmad Najib Qodratullah Bantu Sukseskan Program Pemerintah

Sekarang, kata Zul, perjuangan Natsir harus diteruskan dengan menjaga NKRI tetap damai, utuh di dalam keberagaman. Sehingga, jangan ada lagi silang sengketa, saling fitnah. Generasi muda harus dibimbing menjadi penerus yang berkualitas.

“Marilah hentikan silang sengketa. Kita sudah sepakat 72 tahun lalu, kita memang beragam, banyak suku dan agama. Karena itu kita harus move on,” seru Zul.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]

Bale Kota Bandung

Kota Bandung, Balebandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya meningkatkan nilai-nilai toleransi beragama sebagai bagian dari menyejahterakan warga. Hal itu sesuai dengan Misi 05 Bandung Utama yaitu membentuk karakter warga Kota Bandung yang agamis, moderat dan toleran. “Peningkatan sumber daya manusia yang produktif harus juga mampu meningkatkan daya saing spiritual sebagai bekal dalam percaturan dunia […]