Bale Jabar

Nih, Alasan BBWS Citarum Kenapa Banjir Makin Parah (1)

×

Nih, Alasan BBWS Citarum Kenapa Banjir Makin Parah (1)

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Yudha Mediawan. by iwa

BANDUNG – Banjir akibat luapan Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bandung dampaknya dinilai makin parah dari tahun-tahun sebelumnya. Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) kerap menjadi sasaran tudingan. Sebab selama ini BBWSC lah yang mengerjakan proyek infrastruktur Citarum dalam upaya mengurasi dampak banjir akibat luapan sungai terpanjang di Jawa Barat itu.

Kepala BBWSC Yudha Mediawan beralasan banjir tahun ini makin parah akibat adanya perubahan iklim sejak Desember 2015 sampai Februari 2016 dan puncaknya pada Maret dengan intensitas hujan yang tinggi dan waktu hujan yang panjang. Lebih lanjut Yudha pun menyebut ada tiga faktor non struktural penyebab banjir.

“Saat ini di dunia ada pergeseran iklim yang menimbulkan curah hujan sangat tinggi. Di Amerika juga banjir, anehnnya di Jeddah juga banjir, di kita di Kalimantan banjir, termasuk di Jawa,” tukas Yudha kepada Balebandung.com, saat ditemui di Kantor BBWSC, Jl. Inspeksi Cidurian STA 5600 Soekarno Hatta, Bandung, Senin (4/4/16).

Penyebab kedua, sambung Yudha, adalah akibat aktivitas atau perilaku manusia di mana terjadi perubahan lingkungan yang melanggar tata ruang, seperti alih fungsi lahan kawasan hijau pegunungan yang menjadi perumahan.

“Ditambah lagi persoalan sampah yang juga turut berkontribusi menyebabkan terjadinya endapan atau sedimentasi sungai. Menurut data, kemampuan pemerintah daerah dalam menanggulangi sampah sampai dibuang ke tempt pembuangan sampah akhir (TPA) baru mencapai 30-40%. Nah, sisanya yang 60% dibuang kemana? Yang paling gampang ya ke sungai,” ujarnya.

Ketiga, yakni pola pertanian yang tidak ramah lingkungan sehingga terjadi erosi tanah yang menyebabkan sedimentasi sungai. Yudha menunjuk contoh di bagian hulu Citarum kini banyak petani yang berkebun dan menanam sayuran.

“Nah, ketiga faktor non struktural pengendalian banjir ini lebih penting daripada faktor struktural, meski secara struktural masih diperlukan. Sebab perbaikan struktural ini tidak akan berfungsi secara optimal jika faktor non strukturalnya tidak diperbaiki. Sampai kapan pun perbaikan struktural ini tidak akan berfungsi dengan baik selama faktor non strukturalnya masih rusak ,” tandas Yudha.

Bahkan, imbuh Yudha, BBWS ini tidak perlu diberikan anggaran jika faktor non struktural itu sudah baik. Hanya karena karena dorongan masyarakat untuk mengendalikan banjir, maka anggaran tersebut dibutuhkan untuk pembangunan struktural dan menangani banjir tentu membutuhkan dana yang besar. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]