Dipati Ukur, Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [8]: Nyawa-nyawa Perlaya

Ukur tak bergeming, ketika jarak golok ke pinggangnya kian dekat, ditahannya lintasan golok itu dengan kayu Weregu hitam yang dipegangnya. Balebandung.com – Seolah mendapatkan tenaga tambahan, serentak dua orang di antara tiga penyerang bertopeng itu merangsek Ukur. Hanya orang yang tadi berteriak, yang tampak jelas merupakan pemimpin dari ketiganya, yang diam di tempat. Tapi terhadap dia … Lanjutkan membaca Dipati Ukur, Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [8]: Nyawa-nyawa Perlaya