Bale Bandung

Gunung Lalakon, Misteri Piramida Purba yang Tak Kunjung Usai

×

Gunung Lalakon, Misteri Piramida Purba yang Tak Kunjung Usai

Sebarkan artikel ini

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Gunung Lalakon yang berdiri di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, hingga kini masih menyimpan misteri.

Dengan ketinggian sekitar 870 meter di atas permukaan laut, dari kejauhan bentuknya terlihat berbeda dibandingkan gunung lain di kawasan Bandung Selatan. Tegak, simetris, dan menyerupai kerucut sempurna. Karena itulah, banyak warga menyebutnya sebagai “gunung piramida”.

Bentuk yang tidak biasa itu menjadi awal munculnya dugaan bahwa Lalakon bukan sekadar bentukan alam biasa, tetapi menyimpan struktur purba menyerupai piramida.

Dugaan itu semakin menguat ketika Yayasan Turangga Seta melakukan penelitian di kawasan tersebut sekitar tahun 2010 hingga 2011. Salah satu anggota Turangga Seta mengikuti langsung penelitian tersebut adalah Danny Subrata.

Menurut Danny, kecurigaan terhadap Gunung Lalakon merupakan hasil pembacaan lapangan dan uji geolistrik yang pernah dilakukan.

“Gunung Lalakon ini dari bentuknya saja sudah terlalu simetris. Itu yang membuat banyak orang bertanya apakah ini benar-benar gunung biasa atau ada struktur lain di dalamnya,” ujar Danny Subrata.

Ia menjelaskan, dalam penelitian awal ditemukan indikasi trap-trapan atau undakan batu, susunan batu besar yang tidak lazim, hingga struktur berlapis di dalam tubuh gunung.

Bahkan dari hasil uji geolistrik, muncul dugaan adanya rongga atau lorong di bagian dalam Gunung Lalakon.

“Dari hasil pembacaan geolistrik itu ada indikasi ruang kosong atau semacam lorong di dalam. Itu yang kemudian memunculkan dugaan bahwa bisa saja ada akses menuju bagian atas struktur yang menyerupai piramida,” katanya.

Temuan tersebut membuat isu Gunung Lalakon semakin menggema. Banyak pihak menduga gunung ini bukan hanya bukit biasa, melainkan piramida purba yang tertimbun tanah.

Spekulasi itu bahkan sempat menyebut Gunung Lalakon bisa lebih tua dari piramida Mesir. Tidak hanya itu, misteri Gunung Lalakon juga diperkuat dengan sejumlah temuan artefak di kawasan tersebut.

Pada 2013, Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) menemukan menhir dan batu yang diduga sebagai arca Ganesha di puncak Gunung Lalakon. Balai Arkeologi Bandung bahkan sempat melakukan observasi langsung terhadap batuan tersebut. Temuan ini menambah keyakinan sebagian pihak bahwa kawasan Lalakon memiliki jejak sejarah yang lebih tua dari dugaan sebelumnya.

Kemudian pada 2017, warga kembali menemukan artefak unik berupa kepala naga dengan belalai menyerupai gajah di kaki Gunung Lalakon. Benda sepanjang sekitar 110 sentimeter dengan berat sekitar 30 kilogram itu langsung menarik perhatian karena bentuknya dianggap tidak lazim.

Artefak tersebut kemudian dibawa ke Museum Sri Baduga Bandung untuk diteliti lebih lanjut. Sebagian sejarawan menilai bentuknya memiliki kemiripan dengan unsur mitologi Paksi Nagaliman, perpaduan antara naga dan gajah dalam tradisi Cirebon.

Bagi masyarakat, penemuan artefak itu semakin menambah kecurigaan bahwa Gunung Lalakon memang menyimpan sesuatu yang belum terungkap.

Meski demikian, sebagian ahli geologi tetap berpendapat bahwa Gunung Lalakon merupakan hasil aktivitas vulkanik purba dan terbentuk secara alami, bukan bangunan buatan manusia.

Soal Gunung Lalakon bentuk piramid ini sempat menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung. Pada 19 Februari 2012, Bupati Bandung saat itu, Dadang M Naser, pernah memberikan tanggapan langsung saat ditanya mengenai adanya penelitian yang menyebut Gunung Lalakon sebagai piramida dan keinginan untuk menggali agar struktur tersebut tersingkap.

Jawabannya cukup sederhana, namun membuka ruang besar. “Ya, silakan saja diteliti. Kalau memang benar gunung itu adalah piramida, kan bisa jadi daya tarik objek wisata,” kata Dadang M Naser saat itu.

Menurutnya, jika benar terdapat struktur bersejarah di kawasan tersebut, maka hal itu dapat menjadi aset wisata baru bagi Kabupaten Bandung sekaligus memperkuat potensi sejarah dan budaya daerah.

Selain dikenal karena bentuknya yang unik, Gunung Lalakon juga memiliki cerita mistis yang kuat di masyarakat.

Warga sekitar mengenal sejumlah titik seperti Batu Gajah, Batu Warung, dan Batu Pabeasan yang dipercaya memiliki makna tertentu. Gunung ini juga sering dikaitkan dengan tempat pertapaan, ziarah, hingga kisah-kisah mistis yang diwariskan turun-temurun.

Danny Subrata mengatakan, terlepas dari perdebatan ilmiah yang ada, Gunung Lalakon tetap menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan daya tarik tersendiri. “Kalau kami menyakini Lalakon ini sebuah piramida,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kesimpulan final apakah Gunung Lalakon benar-benar menyimpan piramida purba atau hanya bentukan alam biasa.

Namun satu hal yang pasti, Gunung Lalakon telah menjadi bagian penting dari cerita dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Bandung. Dan selama pertanyaan itu belum terjawab, misteri Gunung Lalakon akan terus hidup. *** by Iwa Ahmad Sugriwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menggelar Konferensi Anak Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Miftahul Khoer, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Sabtu 13 Juni 2026. Konferensi tersebut menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan kader IPNU di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) melepas ratusan peserta Bapenda Bedas Run di Lapangan Upakarti Soreang, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang diikui 500 runners dan mengusung tagline “Lunas Pajaknya, Happy Larinya” itu digelar sebagai bagian dari sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dalam kesempatan […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) meninjau sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah, Jumat (12/6/2026). Dari hasil peninjauan tersebut, Bupati Bandung menyiapkan sejumlah langkah percepatan penanganan banjir, mulai dari pembangunan drainase baru, normalisasi sungai, hingga penguatan kolaborasi pentahelix. Bupati KDS menyebut ada tiga titik yang menjadi fokus penanganan. […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com — Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Pamoyanan RT 01 RW 04, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juni 2026. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus memperkuat akses sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan pembangunan dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Dadang Supriatna kembali dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung untuk periode 2026-2031. Selain itu terpilih pula Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung sebagai Sekretaris dan Bendahara Dudui Mustofa. Pengukuhan tersebut menandai berlanjutnya kepemimpinan Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam memimpin partai berlambang bola dunia itu di Kabupaten […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung KH Agus Ahmad Qustholany melantik pengurus 11 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Kutawaringin masa khidmat 2026-2031 di Aula Kecamatan Kutawaringin, Rabu, 10 Juni 2026. Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput untuk memperkuat peran keagamaan, sosial, pendidikan, dan […]