PANGALENGAN, balebandung.com – Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung dengan bangga menerima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas RI (KND). Penghargaan diterima langusng Direktur Utama Perumda Tirta Raharja dari Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KND Jonna Aman Damanik, di sela peringatan Hari Air Sedunia di Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Selasa (31/3/2026).
Penghargaan ini membuat Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung menjadi satu-satunya PDAM di Indonesa yang mendapat penghargaan dari KND, atas upaya Pengarusutamaan Perspekstif Inklusif Disabilitas dalam program dan layanan Perumda Tirta Raharja.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang inklusif, setara, dan ramah bagi semua lapisan masyarakat,” ucap Teddy Setiabudi.
Pihaknya menghaturkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
“Bersama, kita terus melangkah menuju pelayanan publik yang lebih baik dan inklusif untuk semua,” ucap Teddy yang juga Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Peringatan Hari Air Dunia yang diperingati setiap 22 Maret kembali menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga kelestarian air dan lingkungan.
Teddy menekankan tema HAD 2026, “Water and Gender” dengan slogan “Di mana air mengalir, kesetaraan tumbuh”, sebagai pengingat bahwa akses air merupakan bagian dari keadilan sosial. Tema ini juga mengandung pesan kuat bahwa air bukan sekadar sumber daya, melainkan juga hak dasar manusia. Ia menyoroti bahwa kelompok perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan lebih besar dalam mengakses layanan air dan sanitasi.
Tahun ini, kegiatan kolaboratif digelar di Situ Cileunca Kabupaten Bandung, melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. PERPAMSI bersama Jejaring AMPL, FERSIA, KIAT, Komisi Nasional Disabilitas, serta Perumda Air Minum Tirta Raharja sebagai tuan rumah, mengusung semangat pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).
Kegiatan diikuti oleh pemerintah daerah, organisasi perempuan, komunitas disabilitas, pelajar, dan masyarakat umum. Berbagai aksi dilakukan mulai dari penanaman pohon, edukasi pengelolaan air, hingga diskusi interaktif.
Kegiatan ditutup dengan aksi bersih danau serta peluncuran Peta Jalan FERSIA 2026-2030 guna mendorong implementasi GEDSI di sektor air minum.***







