Bale Kab BandungDestinasiPiknik Kab Bandung

Tonggak Sejarah Radio Kini Tinggal Puing

Puing Stasiun Radio Malabar di Gunung Malabar, Kp Radio, Desa/Kecamatan Cimaung, Kab Bandung dan Ratu Emma Belanda.by ist
Puing Stasiun Radio Malabar di Gunung Malabar, Kp Radio, Desa/Kecamatan Cimaung, Kab Bandung dan Ratu Emma Belanda.by ist

CIMAUNG – Stasiun Radio Malabar adalah sebuah stasiun radio yang dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda di Gunung Malabar, Kampung Radio, Desa/Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Stasiun ini dilengkapi dengan pemancar buatan Telefunken dari Jerman dengan daya 3,5 megawatt. Tujuan dibangunnya stasiun yang diresmikan 5 Mei 1923 ini untuk komunikasi langsung dengan kantor pusat di Belanda.

Pemancar stasiun Radio Malabar didirikan oleh dr de Groot di zaman Hindia Belanda. Konon, stasiun ini memiliki antena yang digunakan untuk memancarkan sinyal radio memiliki panjang 2 kilometer, membentang di antara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter.

Antena pemancar itu digunakan sebagai komunikasi langsung dengan pihak Belanda yang berjarak sekitar 12 ribu kilometer. Letaknya yang dikelilingi pohon pinus dan berada sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut membuat bangunan itu menjadi tempat yang strategis untuk melakukan komunikasi pada zamannya.

Sayang, stasiun radio yang dibangun megah itu kini tinggal puing-puing tak terawat. Di antara puing-puing bangunan itu ada beberapa nama yang dahulunya bertugas menjalankan pemancar tersebut. Seperti Mr Han Moo Key, Mr Nelan, Mr Vallaken, Mr Bickman, Mr Hodskey, Ir Ong Keh Kong, serta masyarakat setempat.

Kawasan Radio Malabar ini ditemukan seorang penduduk, Utay Muchtar, setelah bertahun-tahun tidak ada yang mengetahuinya. Letak Radio Malabar berada di wilayah Bandung selatan tepatnya di daerah Gunung Puntang, hingga sekarang bukti keberadaan Radio Malabar masih bisa kita nikmati, meski hanya tersisa puing puingnya saja, dan sangat tidak terawat. Banyak orang yang tidak tahu tentang sejarah Radio Malabar tersebut, padahal itu merupakan sejarah bangsa indonesia.

Kawasan Bandung Selatan ternyata benar-benar menjadi surga bagi para wisatawan. Bukan hanya keindahan alam dan geografinya yang menjadi daya pikat, sejarah yang tersimpan di sana pun ternyata menjadi sesuatu yang dicari.

Dari daerah Bandung Selatan ini tonggak sejarah bangsa Indonesia banyak dilahirkan. Namun hal ini tidak disadari oleh banyak masyarakat. Bandung Selatan hanya dijadikan bagian dari sejarah. Padahal dari daerah Bandung Selatan ini pulalah sejarah teknologi radio atau radio gelombang pendek lahir dan menghubungkan dua negara dari dua benua.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close