BANDUNG, balebandung.com – Dewan Juri Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2025 menetapkan Mochamad Yayang Ikhsan Ripandi dan Endah Parawangsa, keduanya dari Kabupaten Bandung, sebagai Juara Satu Duta Baca Jawa Barat 2025.
Keduanya terpilih pada Final Raya Pemilihan Duta Baca Jabar di Aula Graha Pustaloka Dispusipda Jabar dan diikuti 53 peserta dari 27 kabupaten/kota, Kamis (27/11/2025).
Sementara Juara Dua diraih Rohmat Hidayat dari Kabupaten Bandung Barat dan Rima Halimatun Syadiah dari Kabupaten Garut. Sementara Juara Tigas diberikan kepada Muhammad Fayyadh Ghaisan Al-Anshori dari Kabupaten Garut dan Aida Laila dari Kabupaten Subang.
Selain Juara 1 Putra dan Putri Duta Baca Jabar, tiga prestasi lainnya juga diraih Juara II Lomba Bertutur Tingkat SMP se-Jabar 2025, Juara III Lomba Bertutur Tingkat SD se-Jabar 2025, dan Juara Harapan I Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Jabar 2025.
Penilaian dilakukan oleh Pegiat Literasi dan Akademisi Oom Nurrohmah, Perwakilan Balai Bahasa Jawa Barat Nandang Rudi Pamungkas serta Duta Baca Jabar 2018 Inggri Dwi Rahesi.
Final Raya juga dirangkaikan dengan pemberian hadiah Lomba Bertutur Pelajar Jawa Barat Istimewa 2025 dan penghargaan Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Selamat dan sukses kepada seluruh pemenang, para pembina, dan para pegiat literasi. Ini adalah pengakuan atas kerja keras kita bersama,” ucap Yudi.
Yudi mengatakan keikutsertaan Kabupaten Bandung dalam ajang tingkat provinsi ini merupakan bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat minat baca masyarakat. Menurutnya, kerja berjenjang dari para pembina, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah telah berkontribusi pada lahirnya generasi literat yang kompetitif.
“Sebagai garda terdepan dalam pengembangan perpustakaan dan arsip, Dispusip Kabupaten Bandung terus berupaya meningkatkan budaya baca, terutama di kalangan generasi muda,” tuturnya.
Prestasi yang diraih diharapkan memperkuat motivasi masyarakat dalam terus mengembangkan budaya literasi dan memperkaya ekosistem membaca di Kabupaten Bandung.

Sementara Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmen untuk memperkuat gerakan literasi melalui peran generasi muda. Duta Baca Jabar 2025 diharapkan mampu menjadi ikon sekaligus penggerak perubahan dalam menumbuhkan budaya membaca dan literasi digital di berbagai lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jabar Kusmana Hartadji menyatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat agar semakin dekat dengan literasi.
“Kita mendorong generasi muda menjadi figur inspiratif yang mampu menggerakkan masyarakat agar lebih dekat dengan budaya membaca dan literasi digital,” ujar Kusmana saat memberikan sambutan pada Final Raya Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2025, Kamis (27/11/2025).
Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang dinilai telah menunjukkan gagasan dan komitmen kuat dalam memajukan literasi di daerahnya masing-masing.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Jawa Barat yang telah menunjukkan wawasan, kreativitas, serta komitmen kuat terhadap literasi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kusmana menegaskan bahwa upaya penguatan literasi tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan sinergi seluruh unsur masyarakat.
“Gerakan literasi hanya dapat tumbuh melalui kolaborasi semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat,” katanya.
Final Raya Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2025 digelar di Aula Graha Pustaloka Dispusipda Jabar dan diikuti 53 peserta dari 27 kabupaten/kota. Para peserta merupakan perwakilan terbaik yang telah melewati seleksi daerah mencakup penilaian administrasi, rekam jejak prestasi, serta inovasi program literasi.
Sebelum memasuki malam final, seluruh peserta menjalani masa inkubasi yaitu periode implementasi program literasi yang telah mereka rancang sebagai aksi nyata di tengah masyarakat.
Dua hari sebelum final, mereka juga mengikuti karantina di Balatkop, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Karantina berisi pembekalan, pelatihan soft skills, diskusi tematik, simulasi kampanye literasi, serta wawancara mendalam untuk menggali komitmen dan kapasitas peserta sebagai calon Duta Baca.
Dengan terpilihnya Duta Baca Jawa Barat 2025, Pemda Provinsi Jawa Barat berharap hadirnya generasi muda yang mampu memperluas jangkauan gerakan literasi serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah.***













