PANGALENGAN, balebandung.com – Program Bupati Ngamumule Desa (Bunga Desa) turut menyemarakkan puncak peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) tingkat Kabupaten Bandung, di Lapangan Babakan Tanara, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Jumat (23/1/2026).
Bertindak selaku inspektur upacara Peringatan Hardesnas 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) menegaskan, desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional, sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya.
“Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi sudah menjadi subjek dan aktor utama pembangunan. Peringatan Hari Desa Nasional ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen kita bersama untuk terus memajukan Kabupaten Bandung,” tandas Kang DS.
Menurutnya, Hardesnas menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus memajukan Kabupaten Bandung mulai dari desa.
“Momentum peringatan Hardesnas mengingatkan kembali kepada kita semua, bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan, pusat pemberdayaan masyarakat, sekaligus benteng pelestarian budaya dan kearifan lokal,” imbuhnya. Dari desa pula lahir ketahanan pangan, ketahanan sosial, ketahanan budaya, dan kekuatan ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut Kang DS menyatakan berdasar indeks desa, desa-desa di Kabupaten Bandung terus menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Hingga kini sudah ada 199 desa berstatus Desa Mandiri, 69 desa berstatus Desa Maju, dan hanya 2 desa yang masih berstatus desa berkembang.
“Capaian ini menegaskan bahwa di Kabupaten Bandung sudah tidak ada lagi desa berstatus tertinggal. Ini sebuah prestasi hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa,” tuturnya.
Namun demikian menurutnya ini bukan akhir, melainkan tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa secara merata dan berkelanjutan.
Sementara itu terkait Program Bunga Desa merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Bunga Desa juga berperan sebagai media penyerap aspirasi, masukan, dan keluhan masyarakat.
“Program Bunga Desa tidak hanya menjadi sarana penyampaian program kerja Bandung Lebih BEDAS, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat,” jelas Kang DS.
Khususnya terkait dengan pelayanan pemerintah desa, kecamatan, hingga pelayanan publik pemerintah daerah melalui One Day Services berbagai layanan publik.
Lebih dari itu di Bunga Desa juga ada Gelar Produk UMKM sebagai penguatan ekonomi desa serta bantuan perbaikan rutilahu bagi masyarakat. Kemudian ada pencanangan Program “Sapoci Kades” atau Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa, sebagai gerakan penghijauan yang dimotori oleh para kepala desa bersama istri.
Bunga Desa kali ini dimeriahkan pula dengan kuliner Gembrong Liwet sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong. Bunga Desa ditutup dengan pagelaran seni dan budaya, termasuk pagelaran wayang golek bersama Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya, sebagai upaya merawat identitas dan warisan budaya Sunda. ***







