RANCAEKEK, balebandung.com – Kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Hijriah dan Harlah Pengurus Ranting (PRNU) Bojongloa ke-5 berlangsung khidmat dan semarak.
Peringatan harlah digelar di Halaman Masjid Al Ikhlas, Kampung Tanggeung RW 15, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Ahad (25/1/2026).
Bertema “Mengenal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, acara dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Nahdliyin setempat.
Sejak pagi hari, jamaah mulai memadati area masjid. Panitia menyusun rangkaian acara secara tertib, dimulai dengan pembukaan, pembacaan doa, hingga tausiah kebangsaan dan ke-NU-an.
Selain itu, panitia juga menyerahkan secara simbolis papan nama PRNU, santunan kepada anak yatim dan kaum duafa, serta penampilan Grup Rohban Samida dari Kampung Walini yang menambah suasana religius dan kebersamaan.

Ketua Tanfidziyah PRNU Bojongloa, Ustad Hasan Syarip, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Hasan menegaskan Harlah NU dan PRNU bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi umat.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran pengurus, serta jamaah yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini. Melalui harlah ini, kami berharap ukhuwah Islamiyah semakin kuat, khususnya di kalangan Nahdliyin dan Nahdliyah di Bojongloa dan Rancaekek,” ucap Hasan.
Kegiatan harlah diharapkan mampu memperkokoh akidah An-Nahdliyah dan meningkatkan solidaritas antarumat Islam. Menurutnya, penguatan nilai ke-NU-an menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa sejak masa perjuangan hingga saat ini.
“Saya mengucapkan selamat Harlah NU ke-103 dan Harlah PRNU ke-5 Desa Bojongloa. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dan kiprahnya nyata di bidang pendidikan, sosial, dan kebangsaan,” kata Cecep Suhendar.
“Semoga melalui harlah ini, silaturahmi masyarakat semakin kuat dan NU terus berada di garda depan dalam pembangunan masyarakat,” imbuh Cecep.
Pada kesempatan yang sama, tausiah disampaikan oleh KH. Dr. Hilman Umar Basori, Pengasuh Pondok Pesantren Fauzan Pusat Garut. Dalam tausiahnya, ia menekankan pentingnya kesadaran warga NU terhadap peran organisasi sebagai wadah perjuangan bersama.
“NU itu penting, dan sejatinya kita yang membutuhkan NU, bukan sebaliknya. Ketika warga NU sadar akan pentingnya berjuang bersama ulama melalui organisasi, maka kekuatan dan keberkahan perjuangan akan semakin kokoh,” tutur KH. Hilman.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada kader NU agar terus berjuang dengan niat yang ikhlas. Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci keberkahan dalam setiap langkah pengabdian.

Ketua Panitia Harlah, Ustad Asep Abdul Sopian, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai elemen masyarakat. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara.
“Alhamdulillah, Harlah NU ke-103 Hijriah sekaligus Harlah PRNU Bojongloa ke-5 dapat terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga kegiatan ini mendatangkan keberkahan bagi Nahdlatul Ulama dan masyarakat,” ucap Asep.
Dukungan juga datang dari unsur kewilayahan. Ketua RW 15 Kampung Tanggeung, Arip Rohman, menyatakan kebanggaannya karena wilayahnya dipercaya menjadi lokasi kegiatan.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kami. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat RW 15 dan sekitarnya,” kata Arip.
Senada dengan itu, tokoh agama setempat, Asep Abdul Sopian, berharap kegiatan harlah mampu meningkatkan semangat ke-NU-an di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan, semangat Nahdliyah di lingkungan RW 15 semakin meningkat dan memberi manfaat luas bagi umat,” harap Asep.
Melalui peringatan Harlah NU ke-103 dan PRNU Bojongloa ke-5 ini, warga Nahdliyin Bojongloa menegaskan komitmen untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta berkontribusi aktif dalam membangun peradaban yang mulia.***







