Bale Bandung

Pedagang Pasar Pangalengan Tolak Relokasi

×

Pedagang Pasar Pangalengan Tolak Relokasi

Sebarkan artikel ini
Pasar Pangalengan
Pasar Pangalengan

PANGALENGAN – Para pedagang Pasar Pangalengan Kabupaten Bandung menolak relokasi ke Tempat Pasar Sementara (TPS) di belakang pasar lama yang akan dibangun ulang. Penolakan terjadi karena hingga kini para pedagang belum sepakat mengenai teknis, spesifikasi dan harga jual yang telah ditetapkan sepihak oleh Desa Pangalengan, tanpa musyawarah dengan masyarakat pedagang.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Pangalengan (P4), E Muhyidin mengatakan, keengganan mereka pindah ke TPS itu karena hingga saat ini banyak hal yang belum disepakati oleh para pedagang pasar. Diantaranya soal harga jual yang ditetapkan oleh pihak Desa Pangalengan sebesar Rp 11 juta permeter persegi untuk kios, kemudian Rp 10 juta permeter persegi untuk los atau lapak PKL. Penetapan harga ini sama sekali tidak melibatkan para pedagang, namun hanya kesepakatan Kepala Desa Pangalengan, Badan Permusyawarahan Desa (BPD) dan pihak pengembang.

“Selama ini kami para pedagang tidak pernah bertemu langsung dengan pengembang. Hanya pihak desa saja yang tiba tiba menetapkan harga jual kios dan los kepada kami. Ini harga datangnya dari mana kok tiba-tiba kami dibebankan harga sebesar itu, tanpa tahu teknis dan spesifikasi barang yang akan kami bayar itu,” ungkap Muhyidin di Pangalengan, Senin (22/1/18).

Menurutnya selama beberapa kali dilakukan musyawarah antara para pedagang dengan pihak Desa Pangalengan, tak satupun hasil musyawarah itu dilaksanakan oleh pihak Desa Pangalengan. Tiba-tiba pihak Desa Pangalengan menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk para pedagang agar segera mengosongkan pasar yang akan dibangun dan pindah ke TPS yang telah dibangun oleh pihak desa, paling lambat akhir Januari, sebab rencananya pihak pengembang akan memulai pembangunan pada Februari. Karena merasa belum ada kesepakatan, tentu saja para pedagang ini menolak untuk direlokasi ke TPS.

“Kami bukannya menolak pembangunan, justru kami senang dengan adanya rencana ini. Tapi yah harus jelas dulu semua aturannya dan disepakati oleh kami para pedagang. Soal harga misalnya, ada salah satu pengembang mitra dari Koperasi Pasar (Kopas) Pangalengan yang menawarkan harga lebih murah, yakni Rp 8,5 juta permeter untuk kios dan kemungkinan untuk harga los atau PKL antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta permeter persegi. Harga tersebut telah sesuai spesifikasi teknis yang kami inginkan. Tapi kenapa ini lebih mahal dan kami enggak tahu seperti apa nantinya barang yang kami beli itu,”bebernya.

Ketua Koperasi Pasar (Kopas) Pangalengan Asep Saepun menambahkan, penolakan para pedagang pasar ke TPS ini juga dilatarbelakangi oleh belum jelasnya urusan legal formal pembangunan pasar tersebut. Begitu juga soal perizinan pembangunan ulang Pasar Pangalengan, seperti Izin Mendirikan Bangunan(IMB) Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan lainnya. Karena sepengetahuannya, untuk pembangunan TPS saja, Pemerintah Kabupaten Bandung baru sekedar menerbitkan Izin Pemanfaatan Tanah (IPT).

“Aneh sekali ini kok seolah-olah ada pemaksaan kepada kami untuk segera mengosongkan pasar dan pindah ke TPS. Kami para pedagang juga belum pernah sepakat soal harga dan lainnya, kok tiba tiba saja telah diputuskan sepihak harganya oleh pihak Desa Pangalengan. Selain kesepakatan dengan kami belum tercapai, perizinan pun sepengetahuan kami belum ada,”kata Asep.

Asep juga membenarkan bahwa salah satu pengembang yang menjadi mitra dari Kopas Pasar Pangalengan, pernah menggelar musyawarah bersama para pedagang. Dari hasil musyawarah itu, pihak pengembang menawarkan harga sebesar Rp 8,5 juta permeter persegi untuk kios. Sehingga, harga yang ditetapkan oleh pengembang mitra dari pihak Desa Pangalengan itu terdapat perbedaan yang cukup signifikan.

“Harga yang dipaksakan kepada kami dari Desa Pangalengan itu, jelas lebih mahal. Tentu saja kami menolaknya. Toh, nantinya juga kami yang akan membeli dan menggunakan kios dan los itu. Kenapa bisa ditetapkan sepihak oleh pihak desa dan pengembang yang sama sekali belum pernah dipertemukan dengan kami para pedagang. Intinya selama belum ada kesepakatan, kami menolak relokasi dan pembangunan Pasar Pangalengan,” tandasnya.[]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong penyelesaian persoalan infrastruktur dan banjir di kawasan Jalan Kopo Dengdek atau yang dikenal masyarakat sebagai Jadek (Jalan Dengdek), Kecamatan Margahayu. Bupati Bandung KDS mengungkapkan, anggaran sebesar Rp2 miliar telah dianggarkan untuk mendukung penyelesaian persoalan di kawasan tersebut dan sekitarnya. Kepastian tersebut disampaikan KDS saat memberikan arahan dalam […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung menghimpun dana sebesar Rp2,59 miliar sepanjang Oktober 2026. Pada periode yang sama, penyaluran bantuan mencapai Rp2,8 miliar untuk mendukung berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah dan advokasi, serta kemanusiaan. Capaian tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, dalam kegiatan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS memimpin Apel Siaga dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah hukum Polresta Bandung, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mapolresta Bandung dan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perangkat daerah, TNI, Polri, serta para relawan dan elemen masyarakat. Dalam arahannya, KDS menyampaikan apresiasi kepada […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Penguatan nilai-nilai ke-NU-an menjadi pesan utama dalam peringatan Milad ke-6 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek. Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Rancaekek, Ajengan Dian Wildan, mengingatkan bahwa pengabdian kepada NU harus dilandasi kecintaan, kasih sayang, kerukunan, persatuan, dan keterhubungan batin dengan organisasi. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pelantikan […]

Bale Bandung

CIPARAY, balebandung.com – Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) mendorong Syarikat Islam (SI) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta membuka akses pendidikan bagi masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan KDS saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Kabupaten Bandung di Kecamatan Ciparay, Minggu […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Konsistensi menjalankan gerakan sosial dan kemanusiaan mengantarkan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Organisasi Kepemudaan Terbaik di Bidang Sosial se-Kabupaten Bandung. Penghargaan dari Bupati Bandung tersebut diberikan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Bandung di Lapang Upakarti, Soreang, Rabu (28/10/2026). Ketua PC Fatayat NU Kabupaten […]