balebandung.com- Selain menjadi tempat kelahiran media cetak pribumi pertama “Medan Prijaji” (l906). Bandung juga dapat dikatakan sebagai kota tempat kelahiran media cetak bercorak “unik” dan “khas”.
Selain majalah musik “Aktuil” (1970), di Bandung juga hadir surat kabar politik. Paling fenomenal tentu saja “Mahasiswa Indonesia” (1966-1974). Surat kabar mingguan yang menjadi pelopor perubahan politik yang sangat keras menuntut perombakan sistem politik Orde Lama, namun sangat kritis terhadap berbagai tindakan politik Orde Baru.
Pada pemilu 1971, “MI” terang-terangan memihak Golkar, karena beberapa redaksinya (Rahman Tolleng cs) menjadi calon legislatif dari Golkar. Hal ini membuat Arief Budiman protes keras, karena menganggap “MI” tidak independen lagi. Slogan terkenal buatan “MI” yang kemudian menjadi slogan kampanye Golkar adalah “Politik No, Pembangunan Yes” atau “Parpol No, Golkar Yes”.
Selain “MI”, ada pula media serupa, yaitu mingguan “Mimbar Demokrasi” (MD), diterbitkan oleh beberapa eksponen Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diantaranya pernah ikut membidani “MI” seperti Adi Sasono cs yang tampil mengusung gagasan pembaharuan politik.
Persis seperti “MI”, tapi dengan visi dan misi berbeda. Jika “MI” sekularis-sosialis, “MD” tampak Islamis. Beberapa tokoh muda Islam masa itu, seperti Nurcholis Madjid cs.sering menulis di “MD”. Usia “MD” lebih pendek empat tahun dari “MI”, awal tahun 1969 “MD” bubar karena kesulitan manajemen (Catatan di Ciumbuleuit saat Pendidikan Pers Mahasiswa ’84)
Lantas, apa kabar Pers Mahasiswa Indonesia saat ini ?
Bulletin atau Berkala atau Kalawarta atau apapun namanya, tak mungkin dapat menggambarkan secara utuh semua nuansa yang ada, pasti ada keterbatasan, tetapi harus selalu dibuat.
Budaya lisan harus dikembangkan menjadi budaya tulis, sehingga rangkaian gagasan dapat diwariskan – bahkan untuk mencemooh dengan baik pun kita perlu bahan tertulis sebagai objek cemoohan….
Namun di-era paperless, apakah ini hanya tinggal kenangan ? …
Ayo tetaplah menulis kawan ! Tetaplah menjadi penjaga pilar keempat demokrasi. Selamat Hari Pers Nasional.*** by Denni Hamdani







