Bale Bandung

Customer Trust sebagai Modal Utama BPJS Ketenagakerjaan Capai Universal Coverage

×

Customer Trust sebagai Modal Utama BPJS Ketenagakerjaan Capai Universal Coverage

Sebarkan artikel ini

Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan memang memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan pekerja baik penerima upah maupun bukan atau pekerja mandiri. Sudah banyak cerita di sekitar kita penerima manfaat, beberapa kita dengar dan saksikan sendiri. Temuan di lapangan ini menarik untuk disimak dan diceritakan.

Nina adalah seorang single parent dari tiga anak di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Kini Nina dan anak-anaknya tinggal di sebuah rumah yang nyaman bagi mereka.

Cerita bermula saat suaminya meninggal akibat kecelakaan kerja di pabrik. Suatu kabar duka mendadak yang sangat mengagetkan Nina waktu itu.

Nina dengan anaknya yang bungsu saat itu baru berumur 9 bulan, anak kedua 3 tahun dan anak pertamanya yang waktu itu masih duduk di bangku SMP, masih tinggal di kontrakan.

Beberapa waktu kemudian Nina mendapatkan pencairan dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai ahli waris dari almarhum suaminya.

“Dari pencairan BPJS Ketenagakerjaan almarhum, saya langsung belikan rumah karena waktu itu masih mengontrak. Soalnya yang saya pikirkan waktu itu setelah suami meninggal, harus ada rumah tetap untuk saya dan anak-anak tinggal. Kebetulan ada teman saya mau menjual rumahnya, terus saya beli,” tutur Nina.

Dengan tiga anaknya yang masih kecil-kecil waktu itu, Nina tak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau masih tetap mengontrak rumah atau ikut tinggal ke saudaranya.

“Alhamdulillah, sampai sekarang saya sudah aman dan nyaman tinggal di rumah ini bersama anak-anak. Saya jadi punya tempat tinggal yang tetap untuk merawat dan membesarkan anak-anak saya,” ucapnya.

Ada juga cerita seorang kepala keluarga yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung. Ahmad yang sudah 10 tahun bekerja di perusahaan berskala nasional itu, harus menerima kenyataan kalau kantor cabang perusahaan di Bandung bakal ditutup operasionalnya.

Baca Juga  13 Pimpinan BUMD Pemkab Bandung Ikuti AsesmenĀ 

Ahmad pun terkena PHK, namun dari perusahaannya itu ia terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan penerima upah. Setelah di-PHK, ia pun mencairkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan miliknya, dengan maksud sebagai bekal selama ia mencari tempat pekerjaan yang baru.

Ahmad masih ingat, ia mengajukan klaim pencairan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung-Suci, Jalan PH Hasan Mustafa Kota Bandung. Tak lama setelah ia mengajukan klaim, dana pencairan mun ditransfer ke rekening bank miliknya.

Dana yang masuk sebesar belasan juta rupiah di rekeningnya itu ia manfaatkan untuk keperluan sehari-hari bersama istri dan memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih kecil-kecil, sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan di tempat yang baru.

Dari situ Ahmad pun sadar akan manfaatnya. Bahwa dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, manfaatnya bukan hanya untuk proteksi saat pekerja terkena musibah kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia.

Selain Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), menjadi peserta BPJSTK bisa juga untuk pengamanan atau sebagai dana darurat maupun dijadikan investasi di masa depan.

“Setelah terkena PHK, beberapa bulan kemudian saya mendapat pekerjaan baru lagi di tempat yang lain. Dari situ saya sadar akan manfaat besar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi seorang kepala keluarga. Karena itu saya sangat yakin dan mendaftarkan diri lagi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, meskipun harus bayar sendiri sebagai peserta bukan penerima upah,” ungkap Ahmad.

Selain itu kedua contoh di atas, ada pula peserta yang menceritakan pengalamannya soal pelayanan secara online BPJSTK melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) dan web Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui pelayanan JMO ini, peserta dapat mendapatkan layanan yang dibutuhkan seperti pengecekan saldo JHT, pembayaran iuran, bahkan melakukan klaim JHT dengan lebih mudah dan cepat tanpa kontak fisik dan tidak perlu mendatangi kantor cabang BPJSTK terdekat.

Baca Juga  Para Atlet NPCI dan KONI Kab Bandung Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Seorang peserta BPJSTK di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Budi, kegirangan mendapatkan dirinya sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan, saat ia mengeceknya di aplikasi JMO.

“Batch pertama saya mendapat transfer Rp600 ribu untuk dua bulan dan sekarang sedang menunggu pencaira Batch kedua,” kata Budi sumringah.

Customer Perceived Value sebagai Customer Trust

Kepercayaan konsumen atau customer trust dan kepuasan layanan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya, menjadikan masyarakat yakin percaya akan nilai (perceived value) dan manfaat nyata untuk menjadi peserta BPJSTK.

Dengan customer trust, masyarakat pun sadar dengan sendirinya betapa menjadi peserta BPJSTK sangat bermanfaat bagi mereka dan mendapatkan kesejahteraan yang layak. Bahwa iuran jaminan sosial dari masyarakat yang dikelola BPJSTK, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta.

Begitu pula semakin bagus kualitas pelayanan yang diterima oleh peserta saat melakukan klaim, maka semakin meningkat pula kepercayaan peserta terhadap BPJSTK, seperti contoh dua peserta Nina dan Ahmad yang diceritakan.

Kepercayaan ini menimbulkan kesadaran sehingga masyarakat pun dengan kesadarannya atau inisiatifnya sendiri rela untuk mendaftar menjadi peserta. Ini bukan hanya temuan fakta di lapangan, tapi juga menurut kajian dan penelitian ilmiah yang sudah dilakukan di tataran akademik yang melibatkan responden. Selamat mencapai target 99,5% Universal Coverage 2045! ***

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *