Bale Kota Bandung

Nih, Wisata Bangunan Bersejarah Bandung

×

Nih, Wisata Bangunan Bersejarah Bandung

Sebarkan artikel ini
“Gedung Sate, 1950”. by Tropenmuseum
“Gedung Sate, 1950”. by Tropenmuseum
“Gedung Sate, 1950”. by Tropenmuseum

Bandung adalah kota yang secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, kota ini dianugerahi predikat salah satu World’s Great Cities of Art Deco. Wisata warisan bangunan bersejarah ini memang terkenal dan digemari pengunjung yang datang berwisata ke Bandung. Wisata Bandung yang berupa bangunan sejarah kolonial ini memiliki nilai prestise dan sejarah yang tinggi, tapi juga dapat menjadi salah satu tujuan berwisata di Bandung.

Kota Bandung pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java, “Paris-nya Pulau Jawa”. Kenapa Bandung disebut Paris van Java? Sebagian berpendapat karena Bandung terletak di dataran tinggi dan dikenal sebagai tempat yang beriklim sejuk. Sebagian lagi percaya bahwa julukan ini didapat karena dahulu Bandung adalah pusat belanja dan banyak toko-toko diantaranya yang menjual pernak-pernik fashion —khususnya pakaian— seperti Paris. Tapi itu dulu. Sekarang, Paris yah Paris, Bandung yah Bandung, dengan karakteristik dan keunikannya masing-masing, pun masih ada persamaannya.

Bangunan bersejarah di Kota Bandung kini banyak yang beralih fungsi, meski pun begitu bangunan-bangunan itu tetap memiliki keunikan dan nilai penting baik dari arsitekturnya, fungsi serta bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Bangunan bersejarah di Bandung sehingga bukan sekadar tempat cuci mata dan berwisata, tapi dapat dijadikan sebagai objek wisata pendidikan.

Bandung juga dijuluki Kota kembang. Keharuman Kota Bandung sebagai Parijs van Java tak terlepas dari sejarah masa lalunya. Saat kekuasaan Kolonial Belanda berada di Nusantara, yaitu ketika masa MHW Daendels ia menggagas untuk menghubungkan Jalan Raya Pos (Grote Postweg, sekarang Jalan Asia Afrika) dengan Jalan Raya Anyer-Panarukan pada tahun 1811, Saat itu Bandung sudah mulai dikenal. Apalagi setelah pembangunan Jalan Kereta Api Batavia – Bandung pada tahun 1884, perkembangan Kota Bandung pun semakin pesat.

Baca Juga  Banjir Pagarsih dan Lenyapnya Situ Aksan

Fasilitas-fasilitas Kota Bandung kemudian banyak didirikan seperti Gedung Societet Concordia (Gedung Merdeka sekarang) pada tahun 1921 juga beberapa bangunan lain yang membuat kawasan Asia Afrika dan Jalan Braga tumbuh menjadi pusat rekreasi komersial. Perluasan Kota Bandung juga hingga ke arah sekitar Wastukancana (dulu Pieterspark) dan Jalan Merdeka (dulu Merdekaweg). Ada juga yang membangun rumah di kawasan Bandung Utara yang sekarang dikenal sebagai daerah Dago dan Cipaganti (dulu Nijlandweg).

Kawasan Wisata Bangunan Bersejarah

Banyaknya bangunan bersejarah di Kota Bandung menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung. Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung diperkirakan tidak terlepas dari alasan warisan bangunan yang bersejarah di kota ini. Sampai sekarang, warisan budaya tersebut beberapa masih terpelihara dengan baik, bangunan-bangunan itu umumnya telah mendapat perlindungan dilindungi dari peraturan daerah, bahkan telah dicanangkan sebagai salah satu tujuan wisata (destinasi) secara nasional.

Secara bertahap, pencanangan itu telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Angka kunjungan ke Kota Bandung setiap tahun terus meningkat. Walaupun tidak sepenuhnya bermaksud untuk menikmati wisata bangunan bersejarah, tapi para pengunjung ketika menelusuri jalan-jalan di Kota Bandung mereka akan menikmati keindahan bangunan bersejarah tersebut.

Bangunan bersejarah di Bandung menurut E. Maryani dan Dina Siti Logayah dalam kajian penelitian berjudul “Pengembangan Bandung Sebagai Kota Wisata Warisan Budaya (Culture Heritage),” dapat dibagi ke dalam enam kawasan yang masing-masing kawasan diwakili oleh jaring-jaring jalan, yaitu : pusat kawasan sejarah (sekitar Alun-alun, Jln. Asia- Afrika, Jln. Braga, Jln. Cikapundung, ), kawasan Pecinan (Jln. ABC, Wilayah Pasar baru, Jln. Otto Iskandardinata), kawasan militer (Jln. Sumatera, Jln. Jawa, Jln. Aceh, Wilayah Gudang Utara), etnik Sunda ( Jln. Lengkong, Sasakgantung, Dewi Sartika, Karapitan, Melong), kawasan perumahan (Riau, Dipenogoro, Setiabudi, Gatot Subroto, Taman Sari, Dago), kawasan industri (Arjuna, Jatayu, Kebonjati).

Baca Juga  Pemkot Bandung Beli 300 Angkot dari Pengusaha Angkutan

Sebaran objek wisata bangunan bersejarah di Bandung ini kebanyakan berada di pusat kota. Hal ini berkesesuaian dengan pembangunan dan pengembangan Kota Bandung Tempo Doeloe yang terfokus di pusat alun-alun kota.

Pada akhir tahun 1920-an perancang kota Ir. Thomas Karsten lewat gagasannya untuk memperluas areal wilayah Kota Bandung. Perluasan kota ini didasari atas kepadatan jumlah penduduk yang ada di Kota Bandung dan kepada pengembangan “kolonial stad”, yaitu membenahi wajah kota menjadi prototipe yang menyediakan fasilitas dan privelese (kemudahan), keistimewaan bagi orang Eropa.

Sebutan “Kolonial Stad” mengacu pada desain model, berdasarkan gaya, bentuk dan corak arsitektur barat, yang mendominasi wajah Kota Bandung di masa lalu. Pembangunan yang memberikan kemudahan bagi orang Eropa, maka dibangunlah kawasan pemukiman bagi orang Eropa di Kota Bandung.

Bangunan yang cukup dikenal sebagai bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas (landmark) Kota Bandung adalah Gedung Sate, Gedung Merdeka dan aula-aula Institut Teknologi Bandung (ITB). Berdasarkan data yang ada jumlah bangunan bersejarah di Kota Bandung yang dapat dijadikan Objek Wisata Bandung tidak kurang dari 40 buah. Bangunan-bangunan itu telah dilindungi sebagai bangunan warisan budaya yang tidak boleh dirusak atau dihilangkan. Nih, sebagian objek wisata bangunan bersejarah di Kota Bandung:

Nama Bangunan Alamat Jalan
Balai Kota Pemkot Bandung Jln. Aceh
Gedung Kologdam (Jaar Beurs)
Gedung Merdeka Jln. Asia Afrika
Hotel Preanger
Savoy Homann Hotel
Gedung Kantor Pos Besar
Gedung Rumentang Siang Jlnn. Baranang Siang
Gedung SMAN 3 dan SMAN 5 Jln. Belitung
Museum Asia Afrika Jln. Braga
Gedung Bioskop Majestic (AACC)
Hotel Braga
Landmark Building
Toko Sarinah
Toko Kopi Aroma Jln. Banceuy
Pabrik Kina Jln. Cicendo
Mesjid Cipaganti Jln. Cipaganti
Pendopo Kabupaten Jln. Dalem Kaum
Gedung Sate Jln. Diponegoro
Museum Geologi
Gedung Dwiwarna
Gedung ITB Jln. Ganesa
Gedung SMPN 5 Jln. Jawa
Gedung SMAN 1 dan SMAK Dago Jln. Ir. H. Juanda
PLTA Dago Pakar Jln. Dago
Kantor/Gudang PJKA Jln. Kebon Jati
Gedung Kodam III, Detasemen Markas Jln. Kalimantan
Kelenteng/Vihara Setia Budhi Jln. Kelenteng
Museum Mandala Wangsit Siliwangi Jln. Lembong
Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Jln. Martadinata
Polwiltabes Bandung Jln, Merdeka
Gedung Santa Angela Jln. Merdeka
Kediaman Gubernur Jawa Barat Jln. Otto Iskandardinata (Otista)
Guest House Villa Merah Jln. Taman Sari
Villa Isola ?( Gedung Rektorat UPI) Jln. Setiabudi
Baca Juga  Angka Penyakit Tidak Menular Tinggi, Kota Bandung Kampanyekan Hidup Sehat

Kawasan Objek Wisata bangunan bersejarah di Bandung dimungkinkan karena bangunan-bangunan tersebut dalam tata kotanya membentuk pola bergerombol. Hal ini juga menunjukkan bahwa salah satu wisata Bandung ini dari segi aksesibilitas mudah dijangkau, dalam artian dari tempat satu objek bangunan bersejarah ke objek wisata lainnya jaraknya relatif dekat. Selain itu, objek-objek wisata bersejarah di Bandung ini juga dikelilingi oleh objek wisata Bandung lainnya seperti wisata belanja atau wisata kuliner yang tidak berjauhan jaraknya.

Wisata bangunan bersejarah di Bandung yang cukup ramai dikunjungi adalah Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika yang pada masa lalu merupakan Gedung Sociteit Concordia, dibangun pada tahun 1920-1928 oleh Van Gallen Last dan C.P.Wolff Schoemaker. Sekarang Gedung tersebut digunakan sebagai Museum Asia Afrika. Selain berfungsi sebagai museum, bangunan bersejarah ini juga berada di pusat kota yang mudah dijangkau dari berbagai jurusan.

Menikmati objek wisata bandung bisa dinikmati dengan cara walking tours atau wisata jalan kaki sambil mengamati Bandung lebih dekat. Kapan atuh ke Bandung? (wanus.org)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]

Bale Kota Bandung

Kota Bandung, Balebandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya meningkatkan nilai-nilai toleransi beragama sebagai bagian dari menyejahterakan warga. Hal itu sesuai dengan Misi 05 Bandung Utama yaitu membentuk karakter warga Kota Bandung yang agamis, moderat dan toleran. “Peningkatan sumber daya manusia yang produktif harus juga mampu meningkatkan daya saing spiritual sebagai bekal dalam percaturan dunia […]