SOREANG, balebandung.com – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial, di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Marizk Cosmetics sebagai mitra pelatihan di bidang kecantikan.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi yang menegaskan pentingnya program pemberdayaan berbasis keterampilan sebagai jalan bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Program ini mengusung tagline “Mencari Nafkah Meraih Berkah”, yang mencerminkan semangat membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga nilai spiritual dalam setiap usaha yang dijalankan.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peluncuran program Z-Cosmetics yang sebelumnya diperkenalkan pada momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS di Gedung BAZNAS Centre Soreang. Setelah tahap peluncuran, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh beberapa materi dari mulai sejarah kosmetik hingga keterampilan teknis dalam berwirausaha.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Bandung menargetkan lahirnya pelaku usaha baru di sektor jasa kecantikan yang tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga bertransformasi menjadi pihak yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
“Pemberdayaan berbasis zakat diharapkan dapat menjadi jalan perubahan sosial, dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang produktif,” ucap Yusuf.
Program Z-Cosmetics sendiri dirancang sebagai bagian dari strategi besar BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat untuk sektor ekonomi kreatif. Bidang kecantikan dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas, kebutuhan modal relatif terjangkau, serta dapat dijalankan secara fleksibel oleh peserta di lingkungan tempat tinggalnya.
“Ke depan, BAZNAS Kabupaten Bandung berencana terus mengembangkan model pelatihan serupa dengan pendampingan lanjutan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki akses jejaring usaha dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas,” kata Yusuf.
Dengan pendekatan ini, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.***







