Bale Kota BandungHumanioraPendidikan

98.700 Siswa Kota Bandung Rawan Putus Sekolah

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Mia Rumiasari, M.Si di Media Lounge Bale Kota Bandung, Selasa, (25/7). by Meiwan Humas Pemkot Bdg
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Mia Rumiasari, M.Si di Media Lounge Bale Kota Bandung, Selasa, (25/7). by Meiwan Humas Pemkot Bdg

BALEKOTA – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Mia Rumiasari, M.Si memaparkan peruntukan serta mekanisme Kartu Bandung Juara (KBJ) yang diluncurkan Senin (24/7). Kartu ini diluncurkan dilatarbelakangi kurang lebih 100 ribuan siswa rawan meneruskan pendidikan (RMP). Untuk tahun ini saja terdata di Disdik ada 98.700 siswa RMP.

Mia menyebut, KBJ merupakan program 2017 khusus berupa bantuan personal yang alokasi penganggarannya dibagi dua yaitu untuk sekolah swasta berupa bantuan hibah bagi SD, SMP, SMA dan SMK, dan untuk sekolah negeri hanya pada untuk SD dan SMP saja. Mia menerangkan KBJ ini tidak diberikan pada SMK atau SMA Negeri karena mereka telah dikelola oleh pemerintah provinsi.

“Untuk SMA dan SMK negeri kami akan mengusahakan di tahun depan karena tahun ini kami masih konsultasi mekanismenya,” ungkap Mia di Media Lounge Bale Kota Bandung, Selasa, (25/7/17). Mekanisme KBJ dimulai sejak peneriman murid baru.

Mia memaparkan berdasar data Disdik Kota Bandung, KBJ untuk siswa RMP tingkat SD, kartu diberikan kepada 5.742 siswa, tingkat SMP 13.877 siswa dan SMA swasta 5.141 siswa, serta SMK swasta 10.970 siswa.

“Besarannya untuk SD perorang Rp. 125 ribu, personal (ATK dan lainnya) Rp 1.750.000. Untuk SMP Rp250 ribu personal Rp1.850.000,” papar Mia.

Sedangkan untuk siswa SMP, Mia menyebut sebanyak 4.555 siswa dari siswa SMP swasta itu mendapatkan bantuan investasi yang besarnya Rp 2.000.500 sedangkan untuk BOP (Bantuan Operasional) SMA swasta sebesar Rp1 juta dan SMK swasta Rp1,5 juta.

“Untuk biaya personal SMA ataupun SMK sama sebesar Rp 2 juta. Untuk investasi atau DSP 200 siswa baru SMA sebesar Rp4.500.000 dan 200 siswa baru SMK Rp 6 juta. Semua keuangan itu langsung dikirim ke rekening sekolah untuk dipergunakan selama setahun belajar, ” terangnya.

Lebih lanjut Mia menjelaskan sasaran siswa RMP yang berdomisili di Kota Bandung pada proses verifikasi dan walidasi akan diambil berdasarkan usulan dari masing-masing sekolah, sehingga data-data tersebut akan terkoneksi langsung pada database Disdik.

“Jadi, kebutuhan untuk siswa RMP akan dikelola oleh masing-masing sekolah berdasarkan kebutuhan siswa yang membutuhkan,” jelasnya.

Mia juga menambahkan KBJ secara bertahap akan terus dimaksimalkan di mana harapannya indeks pendidikan yang saat ini sudah mencapai 92% dapat meningkat lagi.

“Kita ingin agar KBJ dapat membantu masyarakat yang rawan pendidikan dan kami saat ini juga sedang terus berusana melakukan konsultasi apakah SMK dan SMA negeri bisa dibantu untuk RMP-nya,” papar Mia.

Sedangkan untuk sekolah swasta bantuan operasionalnya bisa diakomodir untuk semua jenjang dari SD hingga SMK/SMA. “Sementara ini untuk swasta baru bisa BOP. Tapi kalau personal mungkin baru tahun ini kita luncurkan secara bertahap dan kita ingin data RMP ini tervalidasi dengan baik,” tambahnya.

Mia menyebut 98.700 siswa RMP swasta dan negeri yang sudah terdaftar dan siap untuk menerima KBJ dengan mekanisme pendistribusian ke sekolah dan diatur oleh masing-masing sekolah.

” Program ini harus tepat sasaran dengan kita mulai dari data PPDB. Kami juga menegaskan kepada sekolah untuk melakukan verivikasi dan validasi agar kartu ini diterima sesuai sasaran dan Dari disdik kami juga melakukan monitoring untuk kelayakan pada mekanisme di sekolah-sekolab yang menerima pendistribusian,” tutup Mia.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close