Bale Jabar

Nih, Kronologis Kepemilikan Tanah Eks Perkebunan Jatinangor

×

Nih, Kronologis Kepemilikan Tanah Eks Perkebunan Jatinangor

Sebarkan artikel ini
Ahli Waris WA Baron Baud, Roni Iswara didampingi kuasa hukumnya HM Rizal Fadillah SH (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Bandung, Senin (13/3). by iwa/bbcom

JATINANGOR, Balebandung.com – Tanah eks Perkebunan Jatinangor dahulu dikenal dengan nama NV Maatschappij Tot Exploitate Der Ondernemingen Door MR WA Baron Baud atau NV Jatinangor. Perkebunan ini didirikan William Abraham (WA) Baron Baud tahun 1841.

WA Baron Baud lahir di Batavia tahun 1816, anak dari pasangan Wilhelmina Hearieete dan Jean Chretien Baud (Gubernur Hindia Belanda Timur 1834-1860). Sebagai anak gubernur yang jadi pengusaha, Baron Baud membeli tanah seluas 970 Hektar, sebagaimana dalam bukti kepemilikan Eigendom Verponding No 3 atas nama WA Baron Baud. Awalnya, lahan itu dipakai untuk usaha perkebunan teh, kemudian diganti dengan tanaman karet.

Baron sempat menikah dengan warga negara asing, tapi tidak punya keturunan. Pada Ahad 9 Agustus 1857, Baron menikah dengan wanita pribumi bernama Antjiah dan dikaruniai puteri Baronesse Ida Louise Junia Baud alias Mimosa.

Setelah Baron meninggal (1879), usaha perkebunan atas nama miliknya dikelola bersama Antjiah dan puterinya Mimosa. Mimosa meninggal 1920 tanpa suami dan keturunan. Antjiah pun meninggal tahun 1933. Mengingat tidak ada keturunan, maka ahli waris Baron adalah saudara laki-laki satu-satunya yaitu Bangin.

Setelah Bangin meninggal, maka ahli waris Baron yang berhak mewarisi harta peninggalannya adalah keturunan Bangin, sebagaimana dinyatakan berdasar Penetapan Pengadilan Agama Sumedang No 156/Pdt.P/2013/PA.Smd tanggal 19 November 2013.

Pada masa pendudukan Jepang, semua usaha perkebunan Baron jadi terlantar dan aset-aset diambil alih Pemerintah Jepang. Setelah kemerdekaan, terjadi penataan sektor pertanahan yang puncaknya dengan penerbitan UU Pokok Agraria tahun 1960. Khusus untuk mengatur dan menata tanah-tanah partikelir/kepemilikan asing, pemerintah menerbitkan UU Landreform yaitu UU No 1 tahun 1958. Hampir semua tanah-tanah partikelir yang luasnya lebih dari 10 bouw, dikenakan nasionalisasi dengan ganti rugi.

Baca Juga  3.022 Calon Praja IPDN Jalani Tes Kesehatan

Adapun tanah eks Perkebunan Jatinangor milik Baron, tidak termasuk yang terkena penghapusan atau nasionalisasi. Hal ini terbukti dengan tidak adanya dalam daftar nasionalisasi, sebagaimana pada buku yang diterbitkan Direktorat Landreform Departemen Dalam Negeri Dirjen Agraria, data akhir Desember 1978.

“Ternyata, tanpa alas hak yang benar, tanah eks Perkebunan Jatinangor dinyatakan sebagai tanah hak Erfpacht yang telah habis masa berlakunya, lalu diberikan Hak Guna Usaha kepada Pemprov Jawa Barat,” kata kuasa hukum ahli waris, HM Rizal Fadillah SH, saat konferensi pers di Bandung, Senin (13/3/17).

Padahal, imbuh Rizal, tanah tersebut bukan tanah Erfpacht, melainkan tanah Eigendom. “Ahli warisnya yang sah, memiliki bukti asli akta Eigendom Verponding tersebut. Ada juga pihak-pihak yang mengklaim, tapi tidak memiliki bukti asli hak Erfpacht tersebut,” ungkap Rizal.

Kedua, imbuh Rizal, adalah salah satu pelanggaran yang nyata terhadap kententuan UU Pokok Agraria bahwa HGU itu ditujukan bagi suatu perusahaan, bukan untuk pemerintahan. Pasal 28 ayat (1) UU No 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria menyatakan, HGU hanya diberikan untuk perusahaan pertanian, perikanan, atau peternakan.

Setelah HGU Pemprov Jabar habis masa berlakunya tanggal 31 Maret 1990, ternyata pada 1992 masih diterbitkan Peraturan Daerah Pemprov Jabar No 11 tahun 1992, yang menetapkan peruntukkan tanah lahan eks Perkebunan Jatinangor tersebut bagi Kampus IPDN, Kampus Unpad, Kampus Ikopin, Yayasan Unwim, Greenbelt, Pramuka, dan lahan konservasi.

“Hal ini dapat dikualifikasikan melanggar hukum, sebab terhadap tanah yang dikuasai langsung oleh negara (karena HGU habis), tidak berhak Pemprov jabar menentukan pengaturan atau pengalihan apapun,” tandas Rizal.

Sehubungan dengan proyek pembangunan jalan Tol Cisumdawu yang melintasi tanah eks Perkebunan Jatinangor, Seksi I yang melintasi tanah yang dikuasai IPDN, ahli waris Baron terus mengupayakan ke berbagai instansi terkait tentang status kepemilikan tanah tersebut.

Baca Juga  Ahli Waris Gugat Pembebasan Lahan IPDN

“Terutama setelah pada tahun 2013, ahli waris Baron mendapatkan bukti Eigendom Verponding No 3 asli, yang diberikan Balai Harta Peninggalan departemen Hukum dan HAM dan telah mendapatkan penetapan ke ahli warisnya yang sah dari Pengadilan Agama Sumedang,” beber Rizal.

Setelah mendengan pemaparan ahli geodesi, Kemendagri menetapkan bahwa Eigendom Verponding No 3, bernar berlokasi di Jatinangor. Sementara Kementerian BUMN telah mengatur pula mekanisme pembayaran pembebasan lahan yang terkena proyek jalan tol kepada ahli waris Baron Baud tersebut. [iwa]

Example 300250

Respon (1)

  1. Ahli waris wa baron baud yang sah diakui negara berdasarkan keputusan mahkamah agung yang sudah inkrach dari keturunan siapa.?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Jawa Barat serta LAZ Graha Dhuafa Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan Festival dan Education Fair 1447 H, di Masjid Raya Al Jabbar selama dua hari, 7-8 Maret 2026. Kegiatan diawali dengan […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Direktur Utama BPJS Kesehatan, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) sukses menggelar kegiatan Individu Spesial Cinta Ramadhan (ISTARA) Nu K’2, di D’Botanica Mall Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026). Ratusan anak dari beberapa komunitas Individu Spesial (Indis) menyumbangkan hiburan dengan tampil di atas panggung menampilkan keterampilannya masing-masing. PlaAstro Band, kelompok musik yang personilnya anak-anak disabilitas tampil turut memeriahkan […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Lebih dari 100 orang disabilitas atau individu istimewa (indis) ngabuburit bersama dalam ajang Individu Spesial Cinta Ramadan (ISTARA) yang digelar Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) di d’Botanica Mall Bandung, Sabtu (7/3/2026) siang sampai malam. “Kegiatan sosial Individu Spesial Cinta Ramadan Nu Kadua (ISTARA Nu K’2) ini dalam rangka memeriahkan bulan suci yang […]

Bale Jabar

CIANJUR, balebandung.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Kamis (4/3/2026). Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi program Makanan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD berjalan optimal, sekaligus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan, tahun lalu Jawa Barat mencatat penurunan prevalensi stunting tertinggi secara nasional, yakni sebesar 5,8 persen. Capaian itu menurutnya harus terus ditingkatkan dengan target prevalensi stunting Jabar di bawah 10 persen, bahkan menuju zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru. “Capaian ini patut disyukuri, […]