Bale Bandung

Harlah 1 Abad NU, PCNU Kab Bandung Instruksikan Pasang Bendera dan Gelar Aurod Sholawat Nariyah 4444 Serempak

×

Harlah 1 Abad NU, PCNU Kab Bandung Instruksikan Pasang Bendera dan Gelar Aurod Sholawat Nariyah 4444 Serempak

Sebarkan artikel ini

BOJONGSOANG, balebandung.com – Memperingati Satu Abad Hari Lahir NU (Masehi) yang jatuh pada 31 Januari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang bendera NU maupun bendera Banom NU, di tiap sekretariat seluruh tingkatan dan pondok pesantren maupun lembaha pendidikan NU mulai Kamis 29 Januari hingga Minggu 1 Februari 2026.

“Sebagaimana lazimnya setiap memperingati harlah, kami melaksanakan pembaaaan Shalawat Nariyah 4.444 kali, yang dilaksanakan di masing-masing MWC, ranting, ponpes, majelis taklim, takmir masjid, lembaga maupun Badan Otonmo (Banom) NU, secara serempak pada Kamis malam 29 Januari atau malam Jumat,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bandung KH Agus Ahmad Qustholany di Ponpes Al-Misbah, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Kamis malam 29 November 2026.

Adapun bagi Majelis Wilayah Cabang (MWC) maupun Pengurus Ranting yang ingin menggelar kegiatan harlah dalam bentuk lainnya seperti istighosah, kata Agus, PCNU pun mempersilahkannya.

“Boleh tiap MWC menggelar kegiatan seremonial harlah. Paling prinsip harus menunjukkan nilai-nilai kesyukuran kita atas karunia perjanlanan NU 100 tahun dan nilai-nilai ta’abud dalam upaya melakukan ikhtiar yang jauh lebih bermanfaat,” jelas Agus.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]