BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB meluncurkan visi Thought Leadership terbarunya melalui paparan strategis yang disampaikan di Kampus ITB Bandung, Selasa 11 Februari 2026.
Agenda ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang posisi SBM ITB sebagai pemimpin pemikiran di kancah global sekaligus merespons refleksi atas mandat akreditasi internasional AACSB.
“Kita harus mempertanyakan kembali: Apakah betul SBM adalah seorang pemimpin (leader)? Di bidang apa? Siapa yang menganggap kita pemimpin? Dan apakah nilai yang kita tawarkan benar-benar berharga bagi para pemangku kepentingan?” ujar Dedy Sushandoyo, Ph.D., Koordinator Thought Leadership, Unit Lembaga Bisnis Berkelanjutan SBM ITB.
Menurut Dedy, kerangka kerja dari AACSB seharusnya dipandang sebagai alat untuk harnessing—memperkuat dan menonjolkan potensi yang sudah dipupuk SBM sejak lama. Thought Leadership menjadi cermin untuk melihat identitas diri agar SBM menjadi lebih menonjol (prominent) di mata dunia.
Di sisi lain, Dedy menggarisbawahi pentingnya competitive advantage (keunggulan kompetitif) bagi sebuah organisasi. Tanpa keunggulan ini, sebuah institusi akan sulit bertahan. Bagi SBM, keunggulan tersebut berakar kuat pada misinya: mendidik pemimpin yang inovatif, menanamkan entrepreneurial mindset, serta memastikan diseminasi ilmu pengetahuan yang berdampak luas.
“SBM lahir dengan DNA inovasi. Kita adalah pionir dalam banyak hal, mulai dari program berbahasa Inggris pertama hingga sekolah bisnis pertama di Indonesia di luar fakultas ekonomi tradisional. Inilah yang diingatkan kembali oleh AACSB: mari kita perkuat apa yang sudah kita mulai,” tambah Dedy Sushandoyo.
Salah satu pilar utama dari Thought Leadership yang dipaparkan adalah kekuatan intelektualitas yang berbasis riset. Dedy menekankan riset di SBM tidak boleh hanya sekadar mengulang teori-teori Barat tanpa konteks lokal. Riset SBM diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat dan bisnis Indonesia agar mampu berbicara lebih banyak di level internasional.
Sebagai puncak paparan, SBM memperkenalkan fokus utama Thought Leadership mereka, yaitu “Entrepreneurial Business”. Istilah ini menempatkan semangat kewirausahaan sebagai sifat utama dalam menjalankan setiap unit bisnis. Hal ini mencakup semangat untuk selalu menghadirkan kebaruan, jeli melihat peluang, serta memastikan setiap inovasi memberikan manfaat besar bagi perusahaan maupun masyarakat.
Sebagi penutup Dedy mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen dalam strategi lima tahun ke depan. Melalui tiga tahapan utama—riset yang mendalam, diseminasi yang efektif kepada mahasiswa dan industri, serta pengukuran dampak yang akurat—SBM ITB optimis dapat terus memimpin pemikiran di dunia bisnis internasional.***







