Bale Bandung

Belum Ada Larangan SMA/SMK Pungut DSP

×

Belum Ada Larangan SMA/SMK Pungut DSP

Sebarkan artikel ini

disdik-kab2SOREANG – Nyaris semua SMA/SMK di Kabupaten Bandung masih melakukan pungutan Dana Sumbangan Pendidikan Tahunan (DSPT) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Padahal sudah ada dana bantuan operasional sekolah (BOS), namun DSP itu seolah tetap jadi suatu syarat yang mutlak bagi peserta didik baru.

Seperti yang terjadi di SMAN 1 Majalaya. Orang tua siswa baru dipungut dana Rp 4,750 juta dengan alasan untuk pembangunan masjid Rp 3 juta dan kegiatan siswa Rp 950 ribu serta pakaian seragam siswa Rp 500 ribu. Lalu di SMKN 1 Soreang memungut Rp 6 juta lebih. SMAN 1 Ciparay memungut Rp 5 juta.

Sebenarnya dalam Peraturan Kemendikbud, DSPT itu tidak boleh dipatok nilainya dan tidak boleh memaksa. Namun pada faktanya komite sekolah merapatkan nilai DSPT yang dipatok. Rerata ortu siswa tak kuasa menolak karena ketakutan anaknya ditolak masuk sekolah itu hanya gegara tak bisa memberi DSP.

Menanggapi hal ini, Kabid SMA/SMK/MA Disdikbud Kab Bandung Asep Hendia menyatakan pungutan DSP untuk SMA/SMK masih memungkinkan bagi pihak sekolah. Terlebih sejauh ini, kata Asep, belum ada larangan tentang DSP, sepanjang hal itu diputuskan melalui musyawarah antara calon orangtua siswa, pihak sekolah dan komite sekolah.

“Besaran DSP-nya pun tergantung dari kebutuhan pihak sekolah dengan kesepakatan bersama orangtua siswa dan komite sekolah. Yang jelas, DSP itu harus bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak sekolah dan harus transparan. Kalu tidak bisa dipertanggungjawabkan, bisa kena sanksi administrasi dari Disdik bahkan sanksi hukum oleh aparat berwenang,” terang Asep kepada wartawan di Kantor Disdikbud Kab Bandung, Selasa (12/7/16).

Asep pun mengakui DSP tersebut tidak berlaku wajib bagi calon siswa dan diberlakukan hanya terhadap calon siswa yang tergolong mampu saja. “Bagi siswa yang tidak mampu bisa melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desanya,” tandas Asep.

Baca Juga  Pemerintahan Desa Dampit Manfaatkan Lantai Bangunan Untuk Menanam Sayuran

Ia menjelaskan, DSP untuk masuk ke SMA/SMK diberlakukan karena keterbatasan anggaran. “Memang sekolah memungut DSP karena untuk menutupi kekurangan yang telah dibiayai oleh pemerintah. Namun berdasarkan hasil musyawarah pihak sekolah dan orang tua siswa, supaya dapat diketahui kebutuhan apa saja biaya persiswa pertahun, karena kebutuhan sekolah yang satu dengan yang lainnya tentunya akan berbeda, tergantung kebutuhan sekolahnya” terang Asep.

Ia memberikan contoh, kegiatan ekstra kulikuler jumlahnya juga berbeda-beda, dan untuk kegiatan lomba-lomba, baik dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, provinsi, sampai ke tingkat nasional. Pihak sekolah harus memaparkan program kepada orang tua siswa agar diketahui berapa kebutuhan biaya sekolah untuk setiap siswa pertahun.

“Saat ini juga bisa gratis asalkan orang tua siswa membuat SKTM, tetapi tidak bisa mengikuti kegiatan lain-lain. Dan terkait DSP, sekolah tidak melakukan pungutan yang melebihi kebutuhan sekolah karena sudah dimusyawarahkan di setiap sekolah masing-masing, baik SMA atau SMK,” paparnya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana menyatakan penyakit komersialisasi pendidikan bertentangan dengan amanat konstitusi di mana pendidikan harus dijamin oleh negara. “Komersialisasi pendidikan tidak boleh dibiarkan menjadi ajang bisnis karena akan sangat berpengaruh terhadap kualitas SDM kita ke depannya. Kalau masih ada pembiaran, berarti pemerintah daerahnya yang lemah dalam pengawasan pendidikan,” tandas Dadang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB meluncurkan visi Thought Leadership terbarunya melalui paparan strategis yang disampaikan di Kampus ITB Bandung, Selasa 11 Februari 2026. Agenda ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang posisi SBM ITB sebagai pemimpin pemikiran di kancah global sekaligus merespons refleksi atas mandat akreditasi internasional AACSB. “Kita harus mempertanyakan kembali: Apakah […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan dalam agenda Temu Penyuluh Pertanian Wilayah Kerja Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Gedung Oryza Sativa, Selasa (10/2/2026). Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menekankan kontribusi penyuluh […]

Bale Bandung

CIWIDEY, balebandung.com – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki mendorong musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kecamatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai forum penyelarasan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. “Termasuk optimalisasi dengan kepesertaan yang harus bersifat inklusif melibatkan semua pihak. Jadi pesertanya jangan cenderung ekslusif yang […]

Bale Bandung

balebandung.com- Selain menjadi tempat kelahiran media cetak pribumi pertama “Medan Prijaji” (l906). Bandung juga dapat dikatakan sebagai kota tempat kelahiran media cetak bercorak “unik” dan “khas”. Selain majalah musik “Aktuil” (1970), di Bandung juga hadir surat kabar politik. Paling fenomenal tentu saja “Mahasiswa Indonesia” (1966-1974). Surat kabar mingguan yang menjadi pelopor perubahan politik yang sangat […]

Bale Bandung

RANCABALI, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Selasa 10 Februari 2026. Bupati Bandung mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi sasaran terpusat TMMD kali ini di mana akan dibangun jalan beton […]

Bale Bandung

MINAHASA UTARA – Sejumlah media yang punya perhatian pada isu lingkungan resmi mendeklarasikan Green Media Network (GMN) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan krisis iklim yang menuntut pengawalan informasi yang kuat, namun sering kali terkendala oleh fragmentasi isu dan keterbatasan sumber daya media. GMN dirancang sebagai hub (penghubung) yang […]