Bale Bandung

BUMDes Sukamenak Jadi Percontohan Desa Mandiri

×

BUMDes Sukamenak Jadi Percontohan Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat meninjau BUMDes Sukamenak di Margahayu, Kab Bandung, Jumat (12/8).ist
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat meninjau BUMDes Sukamenak di Margahayu, Kab Bandung, Jumat (12/8).ist

MARGAHAYU – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu memiliki banyak bidang usaha. Pengembangan unit usaha bisa dilakukan dengan bekerjasama atau menggandeng pihak swasta.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, ada beberapa sektor usaha yang bisa dimanfaatkan oleh BUMDes, diantaranya adalah sekor pertanian. Misalnya dengan membangun sarana pasca panen, seperti resi gudang. Resi gudang sebagai tempat penyimpanan hasil produk pertanian seperti beras ini, bisa dibangun melalui kerjasama dengan perbankan.

“Bikin gudang tiap desa, paling tidak bisa menampung 50 ton. Nah setelah panen itu bisa langsung diserap dan disimpan di resi gudang yang dibangun oleh BUMDes. Yang bangun resi gudangnya ini perbankan,” kata Eko, saat meninjau BUMDes Sukamenak di Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (12/8/16).

Menurut menteri, jika resi gudang ini dibangun di seluruh desa, tentunya desa mempunyai pemasukan. Kalau seperti itu tentunya akan ada penghematan dana negara hingga Rp100 triliun. BUMDes ini juga, bisa mengajak pengusaha lain untuk bekerjasama dalam membangun sarana pasca panen tersebut. “Keuntungan atau devidennya ini, harapannya bisa untuk memenuhi kebutuhan desa,”ujarnya.

Eko menyebut jumlah desa di Indonesia mencapai 74 ribu. Tentunya dengan berbagai karakter dan keunikan masing-masing. Pendirian BUMDes ini, tentu harus berdasarkan keunikan yang dimiliki desa masing-masing.

Disinggung mengenai kunjungannya ke BUMDes milik Desa Sukamenak di Kecamatan Margahayu itu, Eko mengatakan, infrastruktur di desa tersebut sudah cukup maju. Begitu juga dengan BUMDes desa tersebut, telah memiliki infrastruktur yang memadai. Sehingga tak heran jika keberadaan BUMDes ini seringkali dikunjungi para pejabat desa dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka ingin melihat dan mencontoh cara kerja BUMDes tersebut.

Baca Juga  Resmikan Jembatan Cidurian Baru, Bukti Bupati Bandung Bikin Perubahan

“BUMDes ini sudah bagus. Pimpinannya juga hebat pakai jas, sudah seperti CEO di Jakarta. Untuk BUMDes lainnya, perlu ada tempat pelatihan,”ucapnya.

Eko pun mengakui, jika keberadaan BUMDes milik Pemerintah Desa Sukamenak ini adalah salah satu yang terbaik di Jawa Barat. BUMDes di Desa Sukamenak ini mmeberikan pelayanan air bersih 806 pelanggannya sejak 2007 lalu. Pengelolaan managemennya pun sangat maju. Melihat keberhasilan ini, Eko pun mendorong agar BUMDes Sukamenak membuka unit usaha lain.

“Kalau sudah maju seperti BUMDes ini, bisa dikembangkan bikin unit usaha baru. Seperti dengan Bulog, membangun gudang pangan berkapasitas 50 ton sebagai feeder Bulog. Bisa juga untuk menyelesaikan problem pertanian dengan mendirikan unit pengelolaan pascapanen,” tuturnya.

Kehadiran BUMDes juga bisa menggali potensi perempuan dan ibu rumah tangga di desa tersebut, untuk membangun usaha rumahan di bidang olahan makanan atau kerajinan.

“Banyak daerah pertanian namun belum punya produk unggulan. Kalau tidak ada produk unggulan, tidak ada skala ekonomi. Akhirnya, harga hasil pertanian tidak terkendali dan berimbas pada jatuhnya harga,” ujarnya.

Ia berharap setiap BUMDes mengetahui kebutuhan masyarakat atau peluang usaha yang bisa dikembangkan di desanya. Sehingga jika BUMDes ini terus berkembang dengan memberdayakan masyarakat desa, tentunya ekonomi di desa tersebut akan meningkat dan berujung pada kemajuan daerahnya.

Eko melanjutkan, setiap desa di Jabar, khususnya Kabupaten Bandung, sudah semestinya memiliki BUMDes yang maju seperti di Sukamenak ini. Apalagi dana desa yang dikucurkan pemerintah dari pusat hingga kabupaten sangat besar. Anggaran setiap desa di Kabupaten Bandung bisa mendapat dana Rp 1,8 miliar pertahun.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga rawan keracunan. Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Memperingati Satu Abad Hari Lahir NU (Masehi) yang jatuh pada 31 Januari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang bendera NU maupun bendera Banom NU, di tiap sekretariat seluruh tingkatan dan pondok pesantren maupun lembaha pendidikan NU mulai Kamis 29 Januari hingga Minggu 1 Februari […]

Bale Bandung

SOREANG – Polresta Bandung melalui Unit III Ranmor telah melaksanakan Tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dalam perkara tindak pidana pengrusakan yang terjadi di wilayah Pangalengan. Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara menyebut sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemkab Bandung mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bandung. Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung. Surat edaran ini […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Pemkab Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan penetapan Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kabupaten Bandung berhasil meraih nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) tertinggi se-Jawa Barat. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Deputi BPKP Nomor PE.09.04/S-456/D4/04/2025 tanggal […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki mengimbah warga Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam terutama longsor. Hal ini ia sampaikan mengingat curah hujan yang masih tinggi belakanganini. “Saya harap warga Kabupaten Bandung khusunya yang tinggal di kawasan perbukitan harus meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrim masih berlanjut. Apalagi jika […]