Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaBale BandungHUT ke-39 PDAM Tirta Raharja Ingin Naik Kelas

HUT ke-39 PDAM Tirta Raharja Ingin Naik Kelas

Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Dirut PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi saat acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3). by iwa
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Dirut PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi saat
acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3). by iwa

SOREANG – Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-39, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung bertekad untuk bisa naik kelas dari yang sekarang PDAM bertipe D menjadi tipe E atau tipe PDAM terbesar.

Direktur Utama PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi mengakui migrasi tipe tersebut sudah masuk dalam business plan perusahaan yang dipimpinnya, dalam rangka percepatan cakupan pelayanan sampai tahun 2019.

“Kami sampaikan kepada Bapak Bupati Bandung obsesi kami untuk bermigrasi dari PDAM tipe D menjadi tipe E yang merupakan tipe terbesar dari PDAM. Kami targetkan tipe E bisa tercapai pada 2019,” kata Rudie kepada wartawan usai acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3/16).

Menurutnya migrasi tipe tersebut sesuai dengan Permendagri No 23/2006. Untuk bermigrasi ke tipe E, sebut Rudie, PDAM menargetkan untuk memperluas jaringan pelanggan menjadi 142 ribu sambungan langganan (SL), dari pelanggan saat ini yang mencapai 82.251 SL.

“Kami optimis bisa tercapai target SL tersebut karena tinggal menambah sekitar 18 ribu SL lagi sampai 2019, untuk memenuhi cakupan layanan 100 ribu SL untuk bisa masuk menjadi PDAM bertipe E,” tandasnya.

Konsekuensi dari migrasi ke tipe E ini, imbuh Rudie, pihaknya harus menambah sekitar 100-200 pegawai baru, peningkatan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk menambah kapasitas volume air, penambahan perijinan lahan dan perijinan struktur kelembagaan apakah bentuk lembaganya perumda atau perseroda, termasuk dengan teknologinya.

“Untuk penambahan sumber air baku baru, kita perlukan dana sebesar Rp 279 miliar di sumber mata air Gambung dan Rp 370 miiar dari sumber mata air Kertasari. Pendanaannya nanti multi sumber ada dari APBN, APBD provinsi, APBD Kabupaten Bandung dan dari PDAM Tirta Raharja sendiri,” sebutnya.

Rudie mengungkapkan hingga kini di Indonesia PDAM bertipe E baru ada 12, yang kebanyakan PDAM milik ibukota provinsi.

Menanggapi hal ini Bupati Bandung Dadang M Naser menyatakan Pemkab Bandung mendukung penuh upaya PDAM Tirta Raharja untuk bermigrasi ke tipe E.

“Saya kira banyak peluang untuk pengembangan PDAM Tirta Raharja ini, termasuk untuk bermigrasi ke tipe R saya yakin bisa tercapai karena kita punya cukup banyak sumber air bakunya, dana juga bisa diusahakan, termasuk Pemkab Bandung sudah memberikan penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp5 miliar di APBD 2016 ini,” kata bupati.

PDAM Tirta Raharja dibentuk 31 Maret 1977 melalui Perda Kabupaten Bandung No. XVII Tahun 1977. Dalam sejarahnya PDAM INI didirikan tahun 1926 dengan nama Water Leiding Bedrijf, diperuntukkan memenuhi kebutuhan air bersih komunitas Belanda di Cimahi dan Lembang. Hingga pada perkembangannya, di tahun 1977 dibentuk dengan Perda Kabupaten Bandung No. XVII Tahun 1977 dan disahkan dengan Keputusan Gubernur Tingkat I Jawa Barat No.510/H.K/011/SK/77. [iwa]

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI