Bale Kota Bandung

KPA: Masalah Sosial Jadi Big Problem HIV/AIDS

×

KPA: Masalah Sosial Jadi Big Problem HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Sekretaris KPA Kota Bandung Dr. Bagus Rahmat Prabowo di Gedung Sate, Senin (24/6/19). by Humas Pemkot
Sekretaris KPA Kota Bandung Dr. Bagus Rahmat Prabowo di Gedung Sate, Senin (24/6/19). by Humas Pemkot

BANDUNG, Balebandung.com – Masalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), bukan sekedar persoalan kesehatan. Lebih dari itu, penanganan HIV/AIDS juga menyangkut permasalahan sosial.

“Masalah HIV bukan masalah kesehatan. Masalah kesehatannya itu hanya 10 persen, Sisanya 90 persen itu masalah sosial. Salah satunya masalah stigma. Contohnya banyak yang terkena masalah HIV malah dikeluarkan dari pekerjaan, ada anak sekolah yang dikeluarkan dari sekolah,” ungkap Sekretaris KPA Kota Bandung Dr. Bagus Rahmat Prabowo di Gedung Sate, Senin (24/6/19).

Bagus memaparkan, pemerintah pusat sudah mencanangkan target Three Zero pada 2030 nanti. Ketiganya yaitu tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Bagus, persoalan stigma ini masih tinggi di Indonesia. Contohnya aktivitas seks bebas dengan menyudutkan Pekerja Seks Komersil (PSK) sebagai subjek. Padahal dari data yang terhimpun faktor moralitas tak lantas memberikan pengaruh besar.

“Kita bisa lihat secara epidemologis orang terinfeksi HIV dari pekerja seks itu sangat kecil. Padahal mereka sering sekali beraktivitas seks dibandingkan dengan ibu rumah tangga yang hanya berdiam diri di rumah. Tapi ternyata kasus pada ibu rumah tangga jauh lebih banyak daripada pekerja seks,” terangnya.

Bagus menambahkan, saat ini heteroseksual menjadi penyebab paling besar penularan HIV/AIDS, baik itu dari laki-laki ke perempuan ataupun sebaliknya. “Heteroseksual kita bagi dua antara pekerja seks dan non pekerja seks dan ternyata kira-kira hanya seperempatnya dari pekerja seks dan 75 persen dari heteroseksual dari non pekerja seks,” imbuhnya.

Sedangkan penyebab dari penggunaan jarum suntik saat menggunakan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), Bagus menyebut semakin menurun. Bahkan, sekalipun terjadi bisa secepatnya ditanggulangi.

Baca Juga  Kakeknya Ridwan Kamil Jadi Kabaret di Hari Veteran

“Kalau dari Napza suntik yang terinfeksi itu trennya sekarang menurun drastis. Selain karena barangnya susah didapat dan harganya mungkin agak mahal. Orang sudah tidak nyaman untuk menyuntikan narkoba, tapi sekarang trennya dihisap atau dikonsumsi secara oral. Kita pernah hit by epidemi, kita pernah menerima epidemi terbesar itu awal tahun 2000-an ketika narkoba suntik waktu itu merajalela,” bebernya.

Oleh karenanya, Bagus mengajak seluruh masyarakat Kota Bandung lebih terbuka terhadap persoalan HIV/AIDS ini. Selain membuka diri untuk memeriksakan kondisi kesehatan, juga lebih terbuka untuk mencari pengetahuan seputar HIV/AIDS guna menekan stigma ODHA di tengah masyarakat.

“Itu membuktikan bukan pada masalah moral sebenarnya, tapi ini masalah sosial. Masalah pengetahuan yang rendah, hoaks dimana-mana dan kita terima begitu saja,” pungkas Bagus.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Kota Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Budaya Untuk Individu Spesial (YBUIS) berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Jawa Barat (DPW IPTI Jabar) menggelar kegiatan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, di Galeri PlaAstro, Jalan Moh. Toha, Kota Bandung, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara” ini menekankan semangat persatuan dengan membuka ruang […]

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]