Bale Bandung

Lambang Kabupaten Bandung Diinjak-injak

×

Lambang Kabupaten Bandung Diinjak-injak

Sebarkan artikel ini

logo-kab-bdg2SOREANG – DPRD Kabupaten Bandung menyesalkan pemasangan lambang atau logo Kabupaten Bandung pada bak kontrol di trotoar sepanjang Jalan Raya Soreang, menuju Komplek Pemkab Bandung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Yayat Hidayat mengatakan, lambang daerah yang sakral melambangkan ikatan suatu daerah secara histori, filosofi, sosial budaya dan simbol pemersatu masyarakat dan pemerintah daerah. Karenanya Yayat menyayangkan lambang daerah kebanggan Kabupaten Bandung itu harus diinjak-injak para pejalan kaki atau pedestrian yang melintas di atas trotoar itu.

Bahkan menurutnya logo daerah bisa dikatakan sebagai bagian dari lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meskipun memang posisinya tetap di bawah lambang negara. Dengan dipakai sebagai tutup bak kontrol selokan dan berada di bawah, tentu saja bisa dikatakan merendahkan atau melecehkan wibawa pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Ini benar-benar keterlaluan. Kok bisa yah, lambang daerah dijadikan tutup bak kontrol selokan. Lambang daerah itu bukan seperti nama-nama pesohor yang bisa diinjak-injak seperti di lantai trotoar Hollywood. Ini suatu yang sakral dan harus dijaga, bukan malah direndahkan,” kata Yayat kepada wartawan, Rabu (26/10/16).

Pihaknya kecewa dengan pembuatan tutup bak kontrol berlogo Kabupaten Bandung tersebut. Seharusnya, kata dia, pihak pemborong dan bagian perencanaan dari Dinas Bina Marga Kab Bandung bisa lebih jeli menyaring rencana suatu pembangunan. Akibat kecerobohan bagian perencanaan dan konsultan pembangunan, lambang daerah sendiri dijadikan tutup bak kontrol drainase yang bisa diinjak-injak pedestrian atau bahkan diludahi.

“Saya heran, sebenarnya mereka itu bekerja apa tidak yah. Kok, perencanaan seperti itu bisa lolos dan sudah selesai dibangun,” tanya dia.

Seharusnya, kata Yayat, Bagian Perencanaan di Bina Marga, atau siapapun yang akan menggunakan lambang daerah harus melihat lebih dulu aturannya, penggunaan logo atau lambang daerah ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 77 tahun 2007 tentang Lambang Daerah.

Baca Juga  Yang Tepat Pimpin Kabupaten Bandung Paslon Nia-Usman

Salah satu poinnya menyebutkan, jika lambang daerah berfungsi sebagai pengikat kesatuan sosial budaya masyarakat daerah dalam NKRI. Bahkan simbol atau lambang daerah ini, dikukuhkan dalam Peraturan Daerah (Perda) setempat.

“Untuk penempatan atau pemasangannya pun ada aturannya. Seperti di instansi-instansi pemerintahan, sekolah dan lainnya. Kalaupun dipasang di tempat lain, posisinya harus lebih tinggi dibanding logo swasta atau institusi non pemerintah. Lah, kalau ini dinjak-injak, kan sangat melecehkan dan merendahkan lambang daerah kita sendiri dong,” selorohnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Tarya Witarsa mengaku terkejut dengan penggunaan lambang daerah pada bak kontrol drainase di trotoar tersebut. Karena menurut Tarya sebuah lambang itu bukan sekadar gambar, tapi memiliki makna historis, ideologis, sosial budaya masyarakat.

“Lambang itu memiliki makna sakral yang harus dihormati, dihargai. Karena itu bukan hanya sebatas gambar saja. Sebagai warga Kabupaten Bandung, jelas saya tersinggung, dan saya yakin siapapun akan tersinggung,”ujarnya.

Tarya menyayangkan tindakan ceroboh yang dilakukan Pemkab Bandung. Menurutnya, jika ingin mempromosikan lambang atau daerahnya, rasa-rasanya masih banyak media lain yang lebih pantas dan layak. Atau jika ingin membuat tutup bak kontrol itu lebih menarik perhatian, kenapa tidak memilih gambar lain yang lebih menarik.

“Kalau ingin promosi daerah dengan memperlihatkan lambangnya, kenapa tidak cari media yang lain. Begitu juga kalau ingin tutup bak kontrolnya necis cari saja gambar lain, dong. Saya sangat tersinggung dengan kejadian ini,” keluhnya.

Ia pun mempertanyakan kenapa Pemerintah Kabupaten Bandung bisa setega itu menempatkan susuatu yang sakral di tempat yang bisa dikatakan kotor. Bahkan peruntukannya pun sengaja untuk dinjak-injak oleh pejalan kaki.

“Sebaiknya itu segera diganti, dan Pemerintah Kabupaten Bandung harus segera meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bandung,” tandasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna senantiasa menyambut baik dan membuka sinergi dengan kalangan legislatif khususnya anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kabupaten Bandung, demi pembangunan di daerahnya. Salah satu yang intens yakni menjalin kolaboarsi yaitu dengan Wakil Ketua DPR RI KH Dr Cucun Ahmad Syamsurijal. Belakangan ini, Bupati Bandung mengapresiasi dan menghaturkan terima kasih […]

Bale Bandung

SURABAYA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna sangat concern terhadap isu lingkungan yang ia jabarkan ke dalam salah satu misi Kabupaten Bandung yaitu penguatan lingkungan hidup. Dalam rangka kampanye perubahan iklim, Bupati Bandung yang juga menjabat Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) mengunjungi Kebun Raya Mangrove Surabaya Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – BAZNAS Kabupaten Bandung kembali memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan Z-Cosmetic Beauty Class Facial, di Aula SLRT Dinsos Kabupaten Bandung, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Marizk Cosmetics sebagai mitra pelatihan di bidang kecantikan. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali […]

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah Istighotsah, Doa Bersama sekaligus Munggahan yang digelar Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat, di Ponpes Darul Marif, Kecamatan Margaasih, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan Istighotsah ini dihadiri perwakilan Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah dari beberapa provinsi seperti Aceh, NTT, Bali, serta kabupaten/kota se-Jawa Barat. Bupati Bandung […]

Bale Bandung

PACET, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pacet yang memiliki Kantor Sekretariat yang cukup megah di Komplek MWC NU Pacet, Kampung Salamnunggal Desa Pangauban, Kecamatan Pacet. Gedung MWC Pacet yang representatif ini menurutnya menjadi ikon NU Kabupaten Bandung dan menjadi simbol kolaborasi antara ulama dan umarah. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap agar Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Kabupaten Bandung dapat berperan aktif dan menjadi penggerak dalam pelaksanaan program pembangunan Pemkab Bandung, bukan sekadar hanya jadi penonton. Selain itu, Muslimat juga diharapkan makin menggelorakan konsep atau ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke setiap kecamatan oleh PAC […]