Bale Bandung

Pada Penyerahan BSPS, Ketua Fraksi PKB Sebut Tangani Stunting Melalui Penguatan Posyandu

×

Pada Penyerahan BSPS, Ketua Fraksi PKB Sebut Tangani Stunting Melalui Penguatan Posyandu

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PKB/Anggota Komisi III DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal saat reses penyerahan program BSPS di GOR Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022)./bb2/bbcom/

PASEH, balebandung.com – Penanganan stunting di daerah dan di Indonesia secara umum menjadi perhatian pemerintah pusat, di antaranya Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Hal itu juga menjadi perhatian Ketua Fraksi PKB/Anggota Komisi III DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal.Pada tahun 2023 mendatang, Cucun akan membawa aspirasi dari pemerintah pusat untuk Posyandu di Kabupaten Bandung.

“Aspirasi akan disiapkan untuk pengadaan alat timbangan dan sebagainya. Aspirasi yang digulirkan ke Posyandu pada 2023 itu untuk menurunkan stunting. Makanya kita akan membawa aspirasi itu dari Jakarta ke Kabupaten Bandung,” kata Cucun saat reses penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di GOR Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022).

Di Kecamatan Paseh sebanyak 165 keluarga penerima manfaat (KPM) program BSPS dari 2.150 KPM di Kabupaten Bandung. Menurut Cucun, penanganan stunting itu harus berdasarkan by data.

“Apa sih yang menjadi problem stunting di Kabupaten Bandung. Misalkan sekarang, penanganan kesehatan dasar aja, di antaranya alat ukur ibu hamil ada di Posyandu. Makanya, Posyandunya kita perkuat. Tapi ini bukan hanya di Kabupaten Bandung saja, tapi di seluruh Indonesia. Untuk itu, setiap Posyandu diberikan bantuan supaya mereka punya alat untuk alat ukur kehamilan atau alat timbangan dan sebagainya,” kata Cucun.

Selama ini, kata Cucun, Posyandu berdiri sendiri dan negara belum pernah hadir di Posyandu. “Kadang-kadang mereka saling pinjam dari Posyandu ke Posyandu lainnya, nanti setiap Posyandu akan kita perkuat untuk penurunan stunting. Pentingnya itu untuk penguatan penurunan stunting, terutama dalam pengolahan peningkatan gizi makanan yang ada di Posyandu tersebut” kata Cucun.

Cucun pun menyikapi persoalan inflasi di Indonesia. Sebelum pulih dari pandemi Covid-19, katanya, sudah dihadapkan pada inflasi. “Sebenarnya masih ada efek luka dari pandemi Covid-19 yang belum sembuh, tiba-tiba sekarang terjadi perang Ukraina-Rusia. Mungkin orang kampung, apa urusannya. Perang dua negara itu sangat besar pengaruhnya karena kedua negara itu pengendali energi terbesar, bahkan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan bukan hanya oleh Indonesia tapi seluruh dunia. Akhirnya mengalami kenaikan harga dan mengalami kekosongan suplai,” tuturnya.

Baca Juga  Perumda Tirta Raharja Gratiskan Biaya Pemasangan Sambungan Baru untuk Rumah Ibadah, Kaum Difabel, dan Kelompok Masyarakat Rentan 

Cucun juga menyebutkan bahwa Indonesia banyak melakukan impor barang dari Rusia maupun Ukraina. “Mereka penghasil gas terbesar, sehingga bisa mengendalikan harga,” ujarnya.

Disisi lain, kata dia, karena ini berpengaruh pada perekonomian, sehingga harga-harga menjadi naik, belum lagi nilai tukar. Termasuk kenaikan harga BBM berdampak pada harga-harga menjadi naik.

“Jadi pengendalian inflasi semua diturunkan sekarang, bukannya kami dengan Bank Indonesia, tim pengendali inflasi daerah termasuk jajaran TNI dan Polri diturunkan semuanya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Minimal ada pertumbuhan ekonomi,” ujar Cucun.

Cucun juga turut mengapresiasi inflasi di Kabupaten Bandung mengalami penurunan dari semula 4,9 menjadi 4,2. Untuk itu, Cucun berharap kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanam sayur mayur, misalnya tanam cabe. “Supaya disaat butuh cabe tak beli ke pasar,” katanya.

Tak hanya menyikapi inflasi, Cucun juga selalu menekankan kepada tim di internal maupun semua tim yang ada di daerah pemilihan dan struktur yang ada di PKB, termasuk para kepala desa dan tim pendampingnya.

“Selalu saya pantau, tidak boleh ada (pungutan), misalnya dari jumlah sekian (Rp 20 juta) harus ada cashback sekian, dan itu tidak boleh. Aspirasi dari saya harus betul-betul clear dan tidak boleh ada pungutan-pungutan,” katanya.

Cucun pun menyiapkan anggaran dari uang pribadinya untuk tim yang melakukan pengawasan program BSPS tersebut. “Uang yang diberikan ke tim itu, merupakan uang pribadi yang diberikan kepada tim atau teman-teman untuk melakukan pengawasan di lapangan. Soalnya, tidak boleh ada pungutan kepada penerima BSPS,” katanya.

Cucun pun menengaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan seluruh aspirasi untuk kepentingan masyarakat. “Saya kembali katakan, bantuan BSPS tak boleh satu rupiah pun ngasih kepada orang lain. Kalau ada yang memungut itu dolim. Tidak boleh sepeser pun ada yang memungut dengan nilai bantuan Rp 20 juta itu,” tandasnya.

Baca Juga  Tahun 2022, Ketua Fraksi PKB DPR RI Salurkan 3000 BSPS di Kab Bandung

Cucun juga mengapresiasi disaat ada penerima bantuan BSPS itu dapat mewujudkan perbaikan rumahnya. Bahkan, dari Rp 20 juta bantuan yang digulirkan, ada yang mampu membangun dan menghabiskan anggaran antara Rp 30 juta sampai Rp 40 juta, setelah ada swadaya dari masyarakat.
Sementara itu, Camat Paseh Rofiran mengatakan dengan berbagai program bantuan yang digulirkan ke desa-desa, khususnya dalam bantuan penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu), jumlahnya semakin berkurang.

“Sebelumnya, 2.661 rutilahu di Kecamatan Paseh, kini berkurang hampir 1000 rumah tak layak huni,” katanya.

Rofiran pun mengucapkan terima kasih dengan adanya program BSPS tersebut. “Program BSPS sangat membantu masyarakat, terutama penerima bantuan BSPS tersebut,” katanya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga rawan keracunan. Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Memperingati Satu Abad Hari Lahir NU (Masehi) yang jatuh pada 31 Januari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang bendera NU maupun bendera Banom NU, di tiap sekretariat seluruh tingkatan dan pondok pesantren maupun lembaha pendidikan NU mulai Kamis 29 Januari hingga Minggu 1 Februari […]

Bale Bandung

SOREANG – Polresta Bandung melalui Unit III Ranmor telah melaksanakan Tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dalam perkara tindak pidana pengrusakan yang terjadi di wilayah Pangalengan. Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara menyebut sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemkab Bandung mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bandung. Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung. Surat edaran ini […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Pemkab Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan penetapan Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kabupaten Bandung berhasil meraih nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) tertinggi se-Jawa Barat. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Deputi BPKP Nomor PE.09.04/S-456/D4/04/2025 tanggal […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki mengimbah warga Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam terutama longsor. Hal ini ia sampaikan mengingat curah hujan yang masih tinggi belakanganini. “Saya harap warga Kabupaten Bandung khusunya yang tinggal di kawasan perbukitan harus meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrim masih berlanjut. Apalagi jika […]