Bale JabarBusinessEkonomi

Pemahaman Masyarakat terhadap Perbankan Masih Rendah

Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah. by iwa/bbcom

BANJARAN – Tingkat literasi atau pemahaman masyarakat Indonesia terhadap produk jasa keuangan masih sangat rendah. Pemanfaatan jasa perbankan sudah cukup luas, namun sayangnya kesadaran masyarakat tentang produk keuangan dan perbankan masih minim.

Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah menyebutkan, berdasar hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat pemahamam masyarakat Indonesia terhadap produk dan jasa keuangan itu masih di bawah 30% atau baru sekitar 22%, termasuk terhadap produk dan jasa keuangan syariah.

Padahal, kata Najib, berdasar standar Bank Dunia, suatu negara dianggap memiliki sektor keuangan yang bagus jika tingkat literasi masyarakatnya terhadap produk keuangan minimal 30%.

“Tingkat pengetahuan dan pemahamam masyarakat Indonesia terhadap perbankan itu masih di bawah 30 persen. Untuk itu kami dari Komisi XI DPR RI bersama OJK dan Bank Indonesia terus berupaya mensosialisasikan tentang pengenalan keuangan dan perbankan kepada masyarakat,” kata Najib kepada wartawan, usai sosialisasi keuangan dan perbankan di Aula Panyawungan Banjaran, Kab Bandung, Jumat (15/2/19).

Najib menandaskan, pihaknya tidak akan berhenti melaksanakan salah tugas mereka dalam melakukan sosialisasi literasi keuangan terhadap masyarakat dengan melibatkan lembaga-lembaga keuangan yang ada di Jawa Barat khususnya.

Menurut politisi Fraksi PAN DPR RI ini, masyarakat yang punya rekening di bank, harus paham betul kenapa dia harus beli produk tabungan. Orang yang mengambil kredit, harus tahu hak dan kewajiban, termasuk juga membeli asuransi, perlu tahu nilai pertanggungan dan pembayaran premi.

“Lembaga keuangan sebaiknya juga tidak hanya menjual produk saja, tetapi harus menjelaskan secara detil fitur dan manfaat,” saran Najib.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close