Bale Bandung

Sumpah Pemuda dan Proses Penyatuan Organisasi Pemuda Indonesia

×

Sumpah Pemuda dan Proses Penyatuan Organisasi Pemuda Indonesia

Sebarkan artikel ini
saat jadi pembina upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kab. Bandung, Senin (28/12/19)
saat jadi pembina upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kab. Bandung, Senin (28/12/19)
  • Harjoko Sangganagara

Balebandung.com – Dalam memperingati Sumpah Pemuda ke-91 tahun ini, saya ingin berbagi kepada pembaca semua mengenai kronologi proses penyatuan organisasi pemuda yang tidak bisa dilepaskan dari Sumpah Pemuda itu sendiri.

1) Kongres Pemuda I
Pada kongres Pemuda I tahun 1926 telah diketengahkan masalah penyatuan perkumpulan pemuda atas prakarsa PPPI (Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia), akan tetapi belum mendapat sambutan baik.

2) Kongres Pemuda II
Dalam Kongres Pemuda II tahun 1928 prinsip fusi disetujui, meskipun tidak semua organisasi pemuda menerimanya. Dua organisasi pemuda yang memberikan tanggapan serius terhadap keputusan fusi adalah Jong Java dan Pemuda Indonesia.

Pada tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II berhasil menelurkan suatu ikrar yang secara lengkap berbunyi : “Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia tahun 1928”

Kerapatan Pemuda-pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan, dengan nama Jong Java, Jong Sumatra (Pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia.
Membuka rapat tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Sesudahnya menimbang segala isi pidato-pidato dan pembicaraan ini.
Kerapatan lalu mengambil keputusan :

Pertama : Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kedua: Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kongres Pemuda II

Setelah mendengar keputusan ini, kerapatan mengeluarkan keyakinan asas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuannya :
KEMAUAN
SEJARAH
BAHASA
HUKUM ADAT
PENDIDIKAN DAN KEPANDUAN.”

Dalam kongres tersebut, lagu Indonesia Raya karangan W.R. Supratman untuk pertama kali diperdengarkan. Bendera Merah Putih disepakati menjadi bendera persatuan.

Kongres Pemuda II di Indonesische Club Gebouw di Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta, itu diketuai oleh Soegondo Djojopuspito (PPPI), Wakil Ketuanya Djoko Marssaid (Jong Java), Sekretaris Mohammad Jamin (Jong Sumatranen Bond), Bendahara Amir Sjarifudin (Jong Islamieten Bond), Pembantu I Djohan Muh. Tjai (Jong Islamieten Bond), Pembantu II Kortjosoengkono (Pemoeda Indonesia), Pembantu III Senduk (Jong Celebes), Pembantu IV J. Leimena (Jong Ambon) dan Pembantu V Rochjan (Pemuda Kaum Betawi).

3). Kongres Jong Java dan Pemuda Indonesia

Jong Java mengadakan kongres untuk membahas pelaksanaan fusi pada tanggal 23-29 Desember 1928. Sementara Pemuda Indonesia melakukan halnyang sama pada tanggal 24-28 Desember 1928. Dalam kongres ini, Jong Java menyetujui memfusikan organisasi mereka dengan berbagai perkumpulan pemuda lainnya. Pemuda Indonesia juga menyetujui diadakannya fusi. Setelah itu, berturut-turut Pemuda Sumatra, Jong Celebes dan Sekar Rukun mengeluarkan persetujuannya mengenai fusi organisasi pemuda.

4). Kongres Indonesia Muda

Pada 28 Desember 1930 hingga 2 Januari 1931 di Jakarta diselenggarakan kongres pembentukan badan fusi. Pada tengah malam 31 Desember 1930 dilangsungkan upacara peresmian berdirinya Indonesia Muda (IM). Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan Merah Putih diakui sebagai warna perkumpulannya. Suwadji Prawirohardjo sebagai Ketua Umumnya yang pertama. (ENI,2004:122)

Pada awal berdirinya, IM mempunyai 25 cabang, 1.400 anggota. IM memiliki 17 cabang Keputrian Indonesia Muda (KIM). Ketika Indonesia Muda (IM) didirikan pada tanggal 31 Desember 1930, JIB (Jong Islamieten Bond) menyatakan tidak ikut dalam federasi, karena organisasi ini ingin tetap mempertahankan asas Islam dalam organisasi. Seperti IM, JIB mensponsori suatu federasi di lingkungan organisasi-organisasi pemuda Islam.

JIB adalah suatu organisasi kepemudaan Indonesia yang menggunakan Islam sebagai asasnya. JIB didirikan oleh beberapa tokoh organisasi yang keluar dari organisasi Jong Java (JJ). Tujuannya terutama untuk memajukan dan mengembangkan agama dan masyarakat Islam.
by Harjoko Sangganagara, dosen dan politisi. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program Bisyarah Guru Ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi belanja daerah sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran KKI dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Grand Sunshine Soreang, Senin (10/8/2026). Peluncuran ini menjadi bagian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. KDS pun meminta Badan Kepegawaian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bandung Bedas Run 2026 makin menunjukkan potensinya sebagai penggerak sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu (8/8/2026), sebanyak 3.242 peserta telah mendaftar dan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari luar Jawa Barat. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menunjukkan Bandung Bedas Run yang bakal digelar 6 September […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari jika tidak memiliki keperluan yang penting. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Bandung. “Kalau tidak ada kepentingan yang terlalu penting, kalau bisa dihindari untuk keluar malam. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M.A. Hailuki menilai Operasi Berkala Besar yang digelar aparat gabungan TNI-Polri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan bentuk responsivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah maraknya aksi begal. “Operasi Berkala Besar yang dilaksanakan semalam adalah wujud responsivitas aparat keamanan bersama Forkopimda untuk […]