BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Jembatan Roda Cijeruk di Kampung Cijeruk RW 08, Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, Jumat 9 Januari 2025.
Jembatan apung yang menghubungkan Kecamatan Baleendah dan Bojongsoang ini sebelumnya sempat viral dengan beredarnya rekaman video di media sosial akibat bagian badan jembatan ada yang patah saat banyak penyeberang berkendaraan bermotor melintasinya pada 23 Mei 2025.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Jembatan Cijeruk ini saya resmikan. Insya Allah nanti lebih aman, representatif dan desain arsitekturnya indah,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peresmian.
Bupati Bandung menyatakan jembatan baru yang menelan anggaran Rp6,7 miliar dari APBD Perubahan 2025 ini nantinya dinamai Jembatan Hijau yang ditargetkan kelar akhir tahun 2025 atau diresmikan di awal tahun 2026.
Pembangunan kembali Jembatan Cijeruk tersebut diharapkan dapat memulihkan akses vital bagi warga di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Ciparay.
Dengan panjang mencapai 60 meter dan lebar 2,7 meter, Jembatan Cijeruk memiliki peran yang sangat penting sebagai penghubung utama perekonomian warga di tiga kecamatan tersebut. Ambruknya Jembatan Cijeruk cukup menyulitkan warga, terutama dalam distribusi barang dan mobilitas warga karena harus mengambil akses yang lebih jauh dan memutar.
Bupati menyadari betul pentingnya Jembatan Cijeruk bagi ratusan ribu warga di tiga kecamatan tersebut. Menurutnya, jembatan itu sangat vital bagi masyarakat. Dengan dibangunnya kembali jembatan ini, ia berharap dapat kembali memulihkan akses perekonomian warga, bahkan lebih meningkat.
“Oleh karena itu, saya mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan anggaran Rp 6,7 miliar dari APBD Perubahan. Kalau nunggu pembangunan dari provinsi takutnya lama, kasihan masyarakat,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang DS ini.
Jembatan yang melintasi Sungai Citarum ini menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga akan menjadi ikon baru dan destinasi wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Dengan desain arsitektur memukau, Kang DS berencana memberikan nama “Jembatan Hijau”, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.
“Pokoknya nanti desain arsitekturnya sangat menarik. Surprise. Jembatan ini akan jadi ikon baru dan jadi tempat wisata di kawasan ini. Nanti namanya Jembatan Hijau. Instagramable, cocok buat selfi-selfi,” ujar Kang DS.
Bupati Bedas berharap semua pihak termasuk masyarakat setempat dapat mengawal pembangunan ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
“Tolong jangan ada yang mencoba menghalangi atau mengganggu, apalagi melakukan pungli. Tolong kejaksaan dan kepolisian untuk ikut mengawal pembangunan jembatan ini. Pembangunan ini adalah untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya. ***







