SOREANG, balebandung.com – Total realisasi investasi Kabupaten Bandung sepanjang Januari hingga Desember 2025 baik Penanamam Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai lebih dari Rp9,6 triliun atau tepatnya 9,685,806,280,561. Pencapaian ini melampaui target realisasi investasi tahun 2025 hingga mencapai 100,9%.
Sebelumnya Pemkab Bandung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menetapkan target realisasi investasi 2025 sebesar Rp9,6 triliun. Dengan terlampauinya target 2025, artinya realisasi investasi juga mengalami kenaikan 7,83% atau Rp703,6 miliar, dari realisasi investasi tahun 2024 yang sebesar 8,9 triliun, naik menjadi Rp9,6 triliun di tahun 2025.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta menyatakan tercapainya target realisasi investasi ini tidak terlepas dari adanya peningkatan ketaatan para investor dalam penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Untuk tahun 2025 ini, sebanyak 1.271 perusahaan menyampaikan LKPM-nya atau naik sebanyak 501 Perusahaan (65%) dibanding pada tahun 2024 yang sebanyak 770 Perusahaan.
“Terlampauinya realisasi target investasi ini juga tidak lepas dari arahan Bapak Bupati Bandung dan kebijakannya dalam memberikan kepastian hukum kepada para investor dengan diterbitkannya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” kata Ben di Kantor DPMPTSP, Kamis 22 Januari 2026.
Kepastian hukum inilah yang menurutnya mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Bandung. Selain itu, imbuh Ben, tercapainya target realisasi investasi juga dipengaruhi iklim investasi yang kondusif, berkat kerjasama yang baik dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Bandung.
Dengan demikian, lanjut Ben, meski ada penurunan dari angka realiasi PMA, namun target realisasi tetap terlampaui karena adanya kenaikan dari realisasi PMDN. Menurutnya pencapaian realisasi ini cukup membanggakan mengingat kondisi ekonomi global yang cenderung kurang mendukung iklim investasi, termasuk adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Misalnya kita akan ada investasi PMA yang masuk tapi malah terkendala oleh kebijakan dari pemerintah pusat,” ungkap Ben.
Pencapaian lainnya adalah jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 26,349 orang dari 12,934 proyek baik dari PMA maupun PMDN yang naik sebanyak 5,143 Proyek (66%) dibanding tahun 2024 yaitu sebanyak 7,791 Proyek. Penyerapan naker ini juga naik sebanyak 4,162 orang (18,76%) dari tahun 2024 yaitu sebanyak 22,187 orang.***







