KUTAWARINGIN, balebandung.com – Di tengah arus pembangunan dan dinamika zaman, sebuah ikhtiar besar tengah tumbuh di Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Bukan sekadar proyek fisik, tetapi fondasi peradaban yang sedang ditanam: pembangunan Pondok Tahfidz Daar El Jannah sekaligus Gedung SMPIT Daar El Jannah Bandung sebagai ruang tumbuh bagi generasi Qur’ani masa depan.
Ramadan 2026 menjadi momentum spiritual untuk menguatkan doa dan harapan atas pembangunan pesantren yang berlokasi di belakang Kantor Desa Gajahmekar tersebut.
Proses pembangunan ini sebelumnya telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna pada 22 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Pondok Daar El Jannah sendiri mulai diluncurkan 14 Juli 2024 dan mendapat Izin dari Kementerian Agama pada 15 Sept 2025.
Kini, memasuki Ramadan 2026, pembangunan pondok yang direncanakan setinggi tiga lantai itu terus berproses. Di bawah inisiasi dan kepemimpinan H. Andris Fajar, S.Ag., M.Pd., pesantren ini dirancang sebagai pusat pendidikan tahfidz Al-Qur’an dan pembinaan karakter generasi muda.
Pondok Tahfidz Daar El Jannah dibangun di atas lahan kurang lebih 1.000 meter persegi dan ke depan akan dilengkapi sarana pembelajaran, asrama santri, serta fasilitas ibadah dan kegiatan sosial.
Sebagai tokoh agama dan tokoh pendidikan di Kabupaten Bandung, Andris Fajar memandang pembangunan pesantren ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.
“Pondok Tahfidz Daar El Jannah ini kami bangun sebagai ikhtiar menghadirkan ruang tumbuh bagi generasi Qur’ani. Kami ingin anak-anak memiliki fondasi iman yang kuat, akhlak yang kokoh, serta keberanian untuk memimpin di masa depan,” kata Andris, Minggu 1 Maret 2026.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
“Jika generasi kita dibekali Al-Qur’an, ilmu, dan karakter yang kokoh, maka masa depan Kabupaten Bandung akan lebih terjaga. Pesantren ini adalah investasi peradaban, bukan sekadar bangunan,” tegasnya.

Membangun Ekosistem Pendidikan dan Karakter
Di bawah pengasuhan Andris Fajar, Pondok Tahfidz Daar El Jannah hadir sebagai ruang pembinaan Al-Qur’an dan karakter generasi muda di Kabupaten Bandung. Fokus utamanya adalah pendidikan tahfidz yang terintegrasi dengan pembentukan adab, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta konsistensi mutu hafalan.
Andris Fajar yang juga menjabat Ketua Forum KS SD Swasta Kab.Bandung (FKKS) ini dikenal konsisten membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Ia mendirikan SDIT Assaidiyyah Gajahmekar. Kini tengah mengembangkan Pondok Pesantren Tahfidz Daar El Jannah sekaligus gedung SMPIT Daar El Jannah Bandung.
Kehadirannya bukan sekadar sebagai pengelola lembaga pendidikan, tetapi sebagai pembina umat yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan organisasi kemasyarakatan Islam. Peran tersebut memperkuat kontribusinya dalam membangun generasi yang berakhlak dan berdaya.
Pondok Tahfidz Daar El Jannah dirancang sebagai pesantren modern yang memadukan tahfidz Al-Qur’an dengan pembinaan kewirausahaan dan kepemimpinan sejak usia dini.
Program pendidikan yang diselenggarakan juga meliputi jenjang SMPIT dengan sistem fullday, reguler boarding, serta huffadz boarding. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Metode Afiq dengan pendekatan terstruktur dan bertahap dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar.
Program Unggulan
- Tahfidz Intensif — target hafalan bertahap dengan murojaah harian terukur.
- Tahsin & Adab — perbaikan bacaan Al-Qur’an dan pembiasaan akhlak mulia.
- Kegiatan Sosial Santri — program berbagi dan bakti lingkungan untuk melatih empati.
- Pembinaan Orang Tua — sesi berkala menyelaraskan pola asuh Qur’ani antara rumah dan pesantren.
Para santri juga digembleng menjadi pribadi yang memiliki jiwa entrepreneurship dan kepemimpinan sosial. Bagi Andris, mendirikan pesantren bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun peradaban kecil yang kelak tumbuh menjadi kekuatan moral masyarakat.
“Pondok Tahfidz Daar El Jannah ini kami bangun bukan hanya untuk melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi untuk membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki keberanian memimpin. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan fondasi iman yang kuat sekaligus memiliki kecakapan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik. “Jika akhlaknya baik, ilmunya kuat, dan jiwanya Qur’ani, maka masa depan daerah akan terjaga,” tandasnya.

Pendidikan sebagai Fondasi Kepemimpinan
Melalui SDIT Assaidiyyah Gajahmekar, SMPIT Daar El Jannah, dan Pondok Tahfidz Daar El Jannah, Andris Fajar mendorong model pendidikan yang menyeimbangkan akademik, akhlak, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
Komitmennya tercermin dari capaian SDIT Assaidiyyah yang meraih peringkat pertama sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Bandung pada 14 Juli 2024, sebagai wujud pendidikan berkualitas dan berwawasan lingkungan.
Bagi Andris, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membentuk generasi berintegritas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ia percaya bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan hanya bisa dimulai dari ruang-ruang belajar yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan akhlak.
Momentum Ramadan menjadi penguat niat dan doa bersama agar proses pembangunan Pondok Tahfidz Daar El Jannah berjalan lancar, membawa keberkahan, serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, membangun pesantren adalah membangun masa depan. Dan membangun masa depan adalah tanggung jawab bersama.***







