Bale Jabar

YBUIS Satukan Akademisi, Seniman, dan Pemerhati di Bedah Karya Sastra untuk Individu Spesial

×

YBUIS Satukan Akademisi, Seniman, dan Pemerhati di Bedah Karya Sastra untuk Individu Spesial

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati World Autism Awareness Day 2026, Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Individu Spesial dalam Kata dan Raga: Menapaki Kesetaraan dan Kemandirian”.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Jumat 10 April 2026 di Galeri PlaAstro, kawasan Kurdi, Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung.

Acara tersebut terdiri atas Bedah Karya Sastra dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pegiat seni, akademisi, psikolog, psikiater, pemerhati autisme, keluarga individu spesial, hingga unsur pemerintah.

Ketua YBUIS Fahdi Hasan, S.Tr.Sn., M.Sn., mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya membangun ruang yang lebih setara bagi individu spesial melalui jalur seni dan budaya.

“Dunia individu spesial sesungguhnya menyimpan kekayaan kebudayaan yang sangat luas. Mereka memiliki cara berbahasa, pola komunikasi, cara berpikir, hingga cara memaknai realitas yang unik. Karena itu, individu spesial tidak hanya dipahami sebagai kondisi neurologis, tetapi juga sebagai bagian dari lanskap kebudayaan yang kaya,” kata Fahdi dalam rilisnya, Kamis (9/4/26).

Menurut Adi sapaannya, YBUIS ingin menunjukkan individu spesial memiliki potensi besar yang selama ini belum banyak diberi ruang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka panggung yang lebih luas agar karya, gagasan, dan pengalaman mereka dapat dilihat dan dihargai oleh masyarakat,” kata dia.

Dalam sesi bedah karya, YBUIS menghadirkan sastrawan asal Ternate, Maluku Utara, Zainuddin M. Arie dari Teater Anak Bangsa.

Zainuddin akan membedah karya dan pengalaman kreatif individu spesial, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni dan sastra dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan keluarga.

Selain bedah karya, YBUIS juga menggelar Focus Group Discussion yang akan mempertemukan berbagai pihak untuk membahas penguatan pendidikan, budaya, dan dukungan sosial bagi individu spesial.

Acara puncak akan digelar pada Senin, 13 April 2026 melalui pagelaran dan pameran seni bertajuk “Ekspresi Individu Spesial: Ketika Kita Memberi Panggung, Mereka Menunjukkan Cahaya”.

Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Pendopo Kota Bandung bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

YBUIS juga melibatkan berbagai institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Kristen Maranatha, serta Himpunan Mahasiswa Maluku Utara (HIPMMU) akan turut berpartisipasi.

Fahdi menjelaskan, keterlibatan kampus dan komunitas ini penting untuk memperkuat pengembangan kreativitas individu spesial.

“ISBI Bandung dan Universitas Kristen Maranatha diharapkan dapat menjadi mitra dalam pengembangan pendidikan seni dan budaya bagi individu spesial. Sementara HIPMMU akan menghadirkan kebudayaan Maluku Utara sebagai perekat semangat kesetaraan yang inklusif, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Adi, gagasan awal kegiatan ini berangkat dari pemikiran Gai Subagya Suhardja, Ph.D. mengenai pentingnya pendidikan informal berbasis seni budaya bagi individu spesial.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi upaya agar pendidikan seni budaya untuk individu spesial dapat lebih diakui dan terhubung dengan dunia pendidikan formal.

Ketua Umum YBUIS, Diana Sofian, mengatakan FGD tersebut akan diperkuat oleh kehadiran Kawargian Abah Alam yang didirikan oleh Adhitiya Alamsyah atau Abah Alam.

“Kehadiran Abah Alam diharapkan dapat memperkuat hasil diskusi, khususnya terkait ketahanan keluarga, pendidikan, dan budaya bagi individu spesial,” ujar Diana.

Ia menambahkan, hasil FGD nantinya tidak berhenti sebagai diskusi semata. “Hasil dari FGD ini akan dirumuskan menjadi sebuah deklarasi bersama yang akan dibawa pada acara puncak di Pendopo Kota Bandung,” kata Nana.

YBUIS berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan World Autism Awareness Day semata, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama.

Gerakan yang tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi juga membuka ruang nyata agar individu spesial dapat tumbuh, berkarya, mandiri, dan memperoleh kesempatan yang setara di tengah masyarakat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Krakatau Steel Tbk membahas tantangan industri baja nasional menuju ekosistem net zero steel di tengah tekanan biaya energi dan persaingan global. Pembahasan tersebut digelar dalam Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 yang diselenggarakan Center for Policy and Public Management […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Peneliti sejarah sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Herlina mengatakan, penetapan Hari Tatar Sunda tanggal 18 Mei merujuk pada peristiwa digantinya nama […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung.co – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung. Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna […]

Bale Jabar

Oleh: Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang […]

Bale Jabar

SUMEDANG, balebandung,com – Binokasih Mulang Salaka mengawali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Mahkota Binokasih akan diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal Museum Geusan Ulun Sumedang. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026). Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, […]