SOREANG, balebandung.com – Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai berjasa menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Salah satu penghargaan paling istimewa diberikan kepada para penjaga kuliner khas Kabupaten Bandung, Borondong Ketan Ibun, yang selama ini terus dikenalkan kepada masyarakat dan generasi muda.
Yayat Suwarsa Wanurtabah, S.Sos., Penelaah Teknis Kebijakan Subbagian Program dan Keuangan Kecamatan Ibun, dianugerahi sebagai Maestro Borondong Ketan Ibun. Sementara Muchammad Ramdhan, guru yang dikenal aktif mengenalkan budaya lokal kepada para pelajar, menerima penghargaan sebagai Pelestari Borondong Ketan Ibun.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja nyata dalam menjaga, merawat, serta memperkenalkan Borondong Ketan Ibun kepada masyarakat luas.
Momentum penghargaan ini juga menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Bandung, khususnya SMPN 2 Cileunyi yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi dan aktif menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
SMPN 2 Cileunyi tidak hanya dikenal karena prestasi akademik dan nonakademiknya yang terus berkembang, tetapi juga karena konsistensinya dalam membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan, budaya, dan identitas Kabupaten Bandung.
Berbagai capaian yang diraih siswa SMPN 2 Cileunyi dalam bidang pendidikan, seni, dan kegiatan sekolah menjadi bukti bahwa sekolah tersebut mampu menghadirkan generasi muda yang unggul sekaligus memiliki kepedulian terhadap warisan daerah.
Semangat itulah yang dinilai sejalan dengan upaya pelestarian Borondong Ketan Ibun. Sebab, menjaga budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh para tokoh dan pelestari, tetapi juga harus diteruskan melalui dunia pendidikan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bandung tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana budaya lokal tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.
“Kabupaten Bandung harus maju, tetapi jangan sampai melupakan akar budayanya. Warisan seperti Borondong Ketan Ibun harus terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Borondong Ketan Ibun sendiri telah lama menjadi salah satu identitas khas Kabupaten Bandung. Kuliner tradisional asal Kecamatan Ibun itu bukan hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional.
Di balik setiap butir borondong, tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, dan sejarah panjang masyarakat Kabupaten Bandung. Karena itu, penghargaan kepada maestro dan pelestari Borondong Ketan Ibun dinilai sebagai langkah penting agar warisan tersebut tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.
Kehadiran sekolah-sekolah berprestasi seperti SMPN 2 Cileunyi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut. Dengan karakter siswa yang kuat, prestasi yang terus tumbuh, dan kepedulian terhadap budaya lokal, SMPN 2 Cileunyi dinilai mampu menjadi contoh bagaimana dunia pendidikan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya.
Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 pun menjadi lebih bermakna. Tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang daerah, tetapi juga menjadi saat untuk menegaskan bahwa Kabupaten Bandung akan terus melangkah maju tanpa meninggalkan identitas dan warisan budayanya.***







