BANDUNG, balebandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengukuhkan kepengurusan Komisi, Lembaga, dan Badan MUI Jabar masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, pada Minggu 19 April 2026 lalu.
Ada 10 nama di antaranya diisi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung. Salah satunya Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung Ust H Andris Fajar, S.Ag,M.Pd yang mengisi posisi Wakil Seretaris Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI Jabar.
Ust. H. Andris Fajar, S.Ag., M.Pd adalah tokoh pendidikan, pengasuh Pondok Pesantren Daar El Jannah Kutawaringin, sekaligus pelaku usaha lokal yang aktif mendorong penguatan ekonomi umat di Kabupaten Bandung.
Selain dikenal sebagai pendidik dan pembina generasi muda, Andris Fajar juga memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keumatan. Kiprahnya tidak hanya berfokus pada dunia pesantren dan pendidikan Islam, tetapi juga pada upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui jejaring usaha, pemberdayaan UMKM, serta penguatan kolaborasi antara pesantren dan sektor ekonomi produktif.
Pengalaman tersebut menjadikannya dinilai tepat menempati posisi sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI Jabar, sebuah amanah yang menuntut kemampuan membangun sinergi antara nilai keagamaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sebagai pengusaha lokal, ia memahami langsung tantangan riil yang dihadapi pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk akses permodalan, penguatan jaringan usaha, hingga pentingnya keberpihakan terhadap ekonomi berbasis umat. Perspektif lapangan ini menjadi modal penting dalam merumuskan langkah strategis di lingkungan MUI.
Di sisi lain, latar belakangnya sebagai pengasuh pesantren membuat Andris Fajar memiliki kedekatan kuat dengan basis masyarakat bawah, khususnya kalangan santri, tokoh agama, dan komunitas masjid. Hal ini memperkuat perannya sebagai jembatan antara kepentingan umat, dunia usaha, dan kebijakan kelembagaan.
“Pembangunan umat tidak cukup hanya melalui dakwah dan pendidikan, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” tandas Andris.
Kehadiran Andris di jajaran Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI Jabar dinilai menjadi langkah yang tepat dalam memperkuat agenda pemberdayaan ekonomi umat yang lebih nyata, terukur, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pengukuhan kepengurusan lembaga ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur organisasi MUI Jabar demi menjawab tantangan sosial dan dinamika perkembangan zaman.***







