SOREANG, balebandung.com — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Soreang dan Ciwidey sebagai instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program tersebut diharapkan menyasar warga miskin ekstrem sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu instrumen ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Saat ini masih ada sekitar 200.000 warga Kabupaten Bandung yang masuk kategori miskin,” kata Hailuki di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Rabu (21/10/2026).
Menurut Hailuki, DPRD mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang yang menjadi aset pemerintah pusat dan di Ciwidey yang menjadi aset pemerintah kabupaten. Keduanya merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang perlu didukung melalui kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas.
Dukungan konkret untuk pembangunan di Ciwidey berupa penyediaan lahan seluas tujuh hektare, anggaran pembangunan jalan akses masuk, serta tembok penahan tanah untuk mengantisipasi risiko longsor. Sementara di Soreang, dukungan diarahkan pada perbaikan saluran air di kawasan permukiman sekitar sekolah guna mencegah limpasan air saat hujan menggenangi rumah warga.
Hailuki berharap penerima manfaat Sekolah Rakyat di kedua lokasi benar-benar berasal dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan 2. Ketepatan sasaran dinilai penting agar program tersebut memberikan kesempatan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Wakil Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Bandung ini juga menekankan bahwa upaya memutus kemiskinan tidak cukup hanya melalui pendidikan anak. Orang tua siswa perlu memperoleh program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan agar mampu meningkatkan penghasilan keluarga dan keluar dari kemiskinan ekstrem dalam waktu paling lama lima tahun.***







